Di bawah tembok megah keluarga besar yang menjunjung tradisi usang, Anggari dibesarkan dalam kurungan aturan: patuh, tunduk, dan tidak bersuara. Semua tatanan kaku ini berakar dari kehendak ghaib Serigala Putih, entitas purba penjelmaan Esensi Patriarki yang telah mencengkeram jiwa manusia selama seribu tahun.
Hidup Anggari hancur saat sahabatnya yang dua tahun lebih muda tewas tragis di hadapannya, dan dibiarkan mati oleh sosok tertua di rumahnya. Ledakan trauma itu membangunkan sesuatu di dalam dirinya.