Blurb
Kedai bakmi itu pernah menjadi lambang cinta, sebelum akhirnya menjadi saksi bisu hancurnya sebuah keluarga. Belasan tahun berlalu, kehangatan di rumah mereka telah menguap, menyisakan tiga raga yang saling memunggungi dalam dingin.
Kinan, sang kakak, menyimpan amarah sedalam luka kankernya. Baginya, sang ayah adalah penyebab segala kemalangan hidupnya. Sementara Ray, si bungsu, harus memikul beban paling berat; menjadi penyangga bagi kakaknya yang sekarat, sekaligus merawat Ayah mereka yang tengah menghitung hari akibat HIV—konsekuensi kelam dari masa lalunya yang gemar "jajan".
Di ambang maut yang kian mendekat, takdir membawa mereka kembali ke kedai bakmi yang sama. Di antara perjuangan melawan sakit dan penyesalan yang terlambat, mereka harus memilih: tetap menyimpan dendam sampai ajal menjemput, atau mencicipi satu suapan maaf terakhir untuk menghidupkan kembali rasa yang telah lama mati.