Menikmati lemper ayam merupakan tradisi kuliner dalam keluarga kami. Bila ada acara keluarga pasti ibu menyuguhkan lemper. Bukan hanya orang dewasa, anak muda yang lebih dekat dengan kuliner modern pun menyukainya. Bila ayah mengundang relasi untuk makan di rumah, ibu selalu menghidangkan lemper ayam sebagai makanan pembuka. Citarasanya sudah lulus ujian di lidah banyak orang.
Kepandaian membuat lemper diwariskan oleh nenekku. Memasak lemper di rumah nenek menggunakan peralatan tradisional. Kelezatan lemper dimulai dari memilih bahannya. Beras ketan yang baru dipanen, pulen dan wangi menjadi pilihan nenek. Nenekku menggunakan santan dari kelapa yang baru dipetik. Isi ayamnya hanya memakai dada ayam. Bumbunya telah disiapkan sedemikian rupa sehingga tak ada satu pun yang tertinggal.
“Ibu menikmati proses membuat lemper, ketika mencium aroma ayam suwir yang dibumbui, wangi ketan yang pulen. Membungkus lemper satu per satu dengan daun pisang mengingatkan kita pada satu masa.”