Ibu mulai mendapat pesanan dari perusahaan swasta dan lembaga pemerintah. Sebuah organisasi akan memesan kue untuk acara besar. Panitia memesan kue terbaik dalam jumlah besar pula. Ia segera mengontak ibu untuk memesan kue. Kontrak pemesanan pun sudah disetujui oleh ibu.
Ibu dan Tante Lin merencanakan pembuatan lemper dan lalampa sesuai dengan dana yang ada. Mereka menentukan beras ketan mana yang akan dipakai sebab pemesan kali ini minta yang kualitasnya paling bagus.
Sementara ibu sedang bekerja dan Tante Lin sedang ke pasar, sebuah panggilan telepon datang dari ketua panitia penyelenggara. Ia minta maaf karena harus membatalkan pemesanan kue. Kontrak yang telah disetujui itu tiba-tiba saja dibatalkan. Hal ini sontak menjadikan ibu geram.
Pembatalan sudah tentu mengakibatkan kerugian. Ibu sudah membeli beras ketan kualitas terbaik dengan harga lebih mahal. Para pemasok kue lainnya juga kecewa karena tak jadi menerima pesanan dari ibu. Akibat pembatalan pemesanan bukan hanya diderita oleh ibu tapi juga oleh orang lain.
***
Dua bulan telah berlalu sejak pembatalan kontrak itu. Ibu sudah melupakannya. Namun, pulang sekolah, Oca membawa cerita tentang pemesanan kue yang batal itu. Cerita bermula ketika Oca melihat geng Retno datang ketika ia sedang duduk di warung Mpok Atun. Retno tampak tidak gembira. Ia bercerita bahwa ibunya mendapat kontrak pemesanan kue dari organisasi wanita.