Kehangatan Baru

Dyah Anggraini
Chapter #15

Celurit Bang Dul

Penghuni rumah-rumah besar itu telah mengunci pagar tinggi mereka. Malam sudah larut. Kawasan itu telah sepi dari kegiatan warga. Namun teriakan lantang Bang Dul memecah kesunyian. Bunyi dug-dug-dug menandakan kehadiran penjual nasi goreng keliling itu.

Gerobak nasi goreng Bang Dul berhenti di depan rumahku. Aku memberi kode kepadanya agar dibuatkan dua piring nasi goreng. 

           “Yang satu piring dengan dua telur matasapi, Bang,” seruku, diikuti anggukan Bang Dul. Dua telur matasapi untuk Rei yang harus mengembalikan tenaganya yang terkuras. Bang Dul sudah hapal kebiasaanku. Aku lebih suka telurnya dikocok dan dicampur dengan nasi.

           Bang Dul menyalakan kompor gas. Kekuatan gas bertekanan tinggi menyebabkan bunyi yang keras. Bunyi ritmis telur dikocok dengan cepat adalah tanda ia mulai beraksi, menyusul suara sreng-sreng-sreng sutil yang beradu dengan penggorengan. Lalu ia menuang nasi sebanyak 2 porsi, saus sambal, kecap, lada dan penyedap rasa. Penjual nasi goreng langganan kami membolak-balik nasi hingga kemerahan. 

Lihat selengkapnya