2001
Kami pindah ke rumah yang lebih kecil. Aku senang melihat desain rumah ini. Desainernya dapat membuat semua ruangan punya akses terhadap udara terbuka. Taman dalam ruangan dikelilingi ruang keluarga, dapur dan kamar ibu. Dua kamar lainnya mempunyai jendela ke halaman. Kamar tidurnya tiga. Ibu berbagi kamar dengan Oca. Aku sekamar dengan Rei dan Tante Lin dengan Sita. Di bagian belakang, ada sedikit tanah dan ibu berencana akan membuat satu kamar untuk Mbak Inem. Saat ini, Mbak Inem tidur di ruang keluarga. Ia menggelar kasur lipat.
Tetangga kami bukan keluarga berada. Tetapi kami merasakan keakraban yang tulus dari mereka. Ibu cepat akrab karena mereka juga penjual kue, ada yang di pasar atau titip di warung.
Walaupun tak semewah rumah di Kebayoran kami senang ibu sudah punya rumah sendiri. Banyak bagian rumah yang masih harus dibereskan. Ruangan yang pertama menjadi perhatian ibu adalah dapur.
“Oscar, tolong antarkan ibu ke toko bangunan, ibu mau memilih keramik untuk dapur.”
“Aku bisa pergi dengan Rei. Ibu di rumah saja supaya tidak capek. Bilang saja warna, ukuran dan motifnya.“