Kehangatan Baru

Dyah Anggraini
Chapter #27

Berita dari Manado

2004

Tante Lin dan Sita sedang menyelesaikan pesanan yang akan diambil siang nanti. Setelah semua terkirim, Tante Lin mengemasi ruang makan yang mirip kapal pecah. Dan Mbak Inem mengepel lantai licin yang berminyak.

Sita belum berangkat ke kampus. Ia sudah mulai kuliah begitu Rei diterima kerja. Sita membaca koran nasional yang dibeli Rei dari arena Pekan Raya Jakarta. Tapi maksud Sita ingin bersantai sedikit sebelum ikut kuliah, gagal karena membaca sebuah berita di halaman pertama. Judul berita korupsi tersebut menikam ulu hati. Sebuah kasus korupsi terungkap di lembaga negara di Manado. Penyelewengan anggaran daerah oleh kepala lembaga yang mengatur perdagangan di Manado terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Foto ayahnya terpampang di bawah judul.

Ketua badan tersebut diduga melakukan tindak korupsi hasil ekspor komoditas penting. Kerugian negara tidak kecil dan kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

           “Kasus korupsi yang terungkap, apalagi yang melibatkan uang banyak, selalu membuat kita terhenyak. Tapi yang lebih penting dari itu, bagaimana kelanjutannya. Jangan sampai menjadi seperti banyak kasus lain yang menguap.”

           “Itulah kalau mengambil haknya anak-anak. Uang penjualan rumah itu bisa membiayai sekolahmu dan kuliah Rei sampai jadi sarjana. Akhirnya diambil ulang itu uang, bahkan masuk penjara lagi. Terus bagaimana nasib istrinya? Bisa jadi dia akan lari dengan orang lain. Mana mau istri muda mengantar makanan ke penjara, pergi mencari uang sandiri, kasih sekolah anak-anak? Pasti mereka mengharap akan hidup enak dengan suami orang yang banyak uang,” ujar Tante Lin. Ia memang berbicara terbuka tanpa sesuatu pun yang disembunyikan.           

Lihat selengkapnya