Kehangatan Baru

Dyah Anggraini
Chapter #31

Membuka Hati

Aku menemui ibu untuk meminta pendapatnya. Ketika ia sedang memeriksa isi boks nasi yang akan dikirim, aku memberanikan diri bertanya. Bukan karena aku takut bertanya, tapi khawatir jika pertanyaan ini akan mengganggu pikiran dan pekerjaannya.

           “Apakah ibu mau mendengar ceritaku?”

           “Tentang warung yang baru? Ada masalah apa?”

           “Bukan, Bu. Ibu tidak bosan mendengar cerita ini?”

           “Kalau cerita tentang bisnis kita tentu tidak.”

           “Ini cerita lama, tapi harus aku ceritakan pada ibu.”

           “Jangan kau bicara berputar-putar, Oscar, ibu banyak pekerjaan.”

           “Ayah sakit, Bu.”

           Ibu diam sebentar sambil tangannya tetap bekerja dan mulutnya menghitung dengan cepat.

           “Hm, sakit apa? Ibu kira ia sudah senang,” kata ibu datar. Ia menatapku tanpa ekspresi.

           Aku ceritakan semua yang kudengar dari Jigong, termasuk istrinya yang kabur membawa uang. Ibu menanggapi dengan nada suara yang normal. Ia sudah tidak meledak seperti dulu ketika ayah datang untuk meminjam uang.

“Sejak ayahmu meninggalkan kita, tampaknya masalah selalu membelitnya.”

Aku tak berani mengomentari masalah ayah dan ibu. Aku hanya diam mendengarkan. Itu sebabnya aku tak melibatkan Oca dalam perbincangan ini. Bisa jadi akan keluar segala macam kata-kata yang tak pantas diucapkan. Adikku yang selalu cepat bereaksi pasti akan meradang mendengarnya.

Lihat selengkapnya