13 Mei 1998.
“Anjing! Lo pikir lo bisa kabur hah?” teriak seorang pria dengan codet memanjang di pipi memegang sebatang besi berkarat di tangan kanannya. Ia menendang tong sampah dengan kesal. Darah terlihat menetes mengaliri dahinya. Di belakang pria bercodet itu tampak banyak orang-orang lainnya yang membawa berbagai alat pemukul dalam berbagai bentuk. Ada yang membawa pisau, potongan kayu, bahkan samurai.
“Menyebar, cari! Dia pasti masih ada di sekitar sini!” cetusnya seraya mengusap darah dari dahinya. Orang-orang pun menyebar dan mencari-cari. Mereka memasuki halaman setiap rumah yang ada di sekitar wilayah itu untuk memeriksa, bahkan sampai memeriksa teras rumahnya juga, tapi orang yang dicari tidak ada. Dari dalam rumah, para pemilik rumah hanya bisa mengintip dari balik gorden, tak berani keluar.
Beberapa orang mendatangi lokasi pembuangan sampah warga yang berada di sebelah lapangan untuk memeriksa, tetapi hanya ada gerobak-gerobak sampah. “Puih! Bau banget di sini, cari tempat lain saja!” kata salah satu dari mereka yang tak tahan baunya. Mereka pun berpindah tempat.
Mereka terus memeriksa gang-gang di antara rumah-rumah, memeriksa semak-semak dan gerobak-gerobak jualan yang disimpan di pinggir jalan, bahkan menyenteri got-got saluran pembuangan, tetapi orang yang mereka cari tak kunjung ditemukan. “Kayaknya dia berhasil keluar dari wilayah ini Bang,” sahut salah seorang dari mereka. Pria bercodet yang tampaknya dijadikan pimpinan itu, berteriak kesal mendengar kalimat tersebut. “Bangsat!” umpatnya kesal. “Soalnya lokasi sini udah disisir sama anak-anak Bang tapi kagak ada, apa kita pindah ke kampung sebelah? Jangan-jangan dia ngumpet di sono,” ujar seseorang di antara mereka. Pria bercodet itu mengangguk lalu berjalan diikuti yang lainnya.
Malam pun kembali hening. Gang-gang di perkampungan tampak lengang. Tidak menampakkan satu makhluk hidup pun. Tiba-tiba dari ujung jalan, di belakang gerobak-gerobak sampah yang terpakir, dari balik sampah yang menumpuk dengan bau yang menyengat, keluarlah sebuah tangan! Disusul sebentuk wajah yang menghela nafas panjang lalu muncul juga seluruh tubuhnya. Seseorang baru keluar dari tumpukan sampah! Ia berjalan terhuyung-huyung lalu muntah begitu saja.