Langkah kaki menggema di ruangan besar dengan lantai tegel putih. Sepatu, celana, baju, semuanya tampak seperti pakaian yang normal dikenakan sehari-hari dengan satu pengecualian. Pria itu memakai jaket lab putih dengan lengan panjang yang telah digulung hingga melewati sikunya.
Pria yang usianya masih 25 tahun itu berjalan mendekati kumpulan orang yang juga memakai jaket lab putih.
Mereka sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing dan tentu saja mereka sibuk menggunakan peralatan lab mereka.
Ada yang mencatat laporan sambil mencampur suatu cairan ke dalam cairan lainnya. Ada pula yang duduk di depan komputer sambil melakukan simulasi genetika.
Pria berusia 25 tahun itu mungkin yang paling muda di antara semuanya karena hampir semua berusia di atas 30 tahunan, termasuk seorang pria berusia 32 tahun yang sedang sibuk mengamati sesuatu di atas mejanya, atau lebih tepatnya di mikroskop miliknya. Hal yang mungkin berbahaya karena ia memakai kacamata lab yang melekat rapat melindungi matanya.
Selain fakta bahwa pria berkacamata lab itu memiliki kulit yang lebih putih dari teman kerjanya yang lain, ia juga memiliki warna mata biru menyala dengan ujung rambut berwarna agak pirang meski hampir seluruh warna rambutnya berwarna hitam.