Keluar(ga)

UBI Master
Chapter #4

03. Lantai Penopang Hidup.

Melangkah keluar dari ruang baca yang sekaligus menjadi ruang bermain, Lysander terkekeh beberapa kali sambil menengok ke belakang, ke arah Dina.


“Haha, sudah kuduga, permainan ular tangga itu hanya kebetulan saja. Buktinya, total kemenanganku adalah 10-1,” kata Lysander dengan nada suara lantang. 


“Hehe, kau sungguh hebat, sebagai kakakmu, aku bangga padamu, kemampuanku bahkan tidak bisa mendekatimu,” balas Dina dengan sangat ceria. 


Baru mengambil beberapa langkah keluar dari ruangan, Ananda Adhiwira, Ibu dari Lysander sudah menunggu dengan posisi berdiri dan juga tersenyum lembut. 


“Lysander, jangan lupa untuk jadwal perawatan sistem,” ujar wanita berumur 28 tahun tersebut. 


Lysander sedikit tersentak ketika mendengar hal itu. Wajahnya agak cemberut karena ia paling tidak suka dengan tugas pemeriksaan sistem. Namun ketika ia melihat senyuman ibunya yang begitu tulus, pria itu tidak punya pilihan selain menuruti perintah ibunya. 


“Baiklah, ibu. Akan aku lakukan sekarang.” Lysander langsung menuju ke salah satu ruangan tanpa pintu. 


Ruangan tersebut hanyalah ruang berbentuk lingkaran dengan radius hanya sekitar 1 meter saja. 


Di saat pria itu masuk ke ruangan tersebut, ia langsung disambut oleh jejeran pipa besi yang tersusun rapi secara vertikal dari ujung lantai hingga naik ke atas. Berfungsi sebagai tangga dengan desain yang begitu minimalist. Agak merepotkan, tapi cukup praktis jika harus digunakan dalam keadaan terdesak. 


Ketika Lysander mendongak ke atas, ia bisa melihat sebuah pintu besi yang menjadi langit-langit ruangan tersebut. 


Sekitar 30 meter dari permukaan lantai. Jika, Lysander memutuskan untuk memanjat naik, itu akan memakan banyak energi dan lagi pula, pintu besi yang berada jauh di atas kepalanya bukanlah tujuannya, karena di balik pintu besi yang kokoh itu adalah dunia luar. 


Dunia yang sudah menjadi neraka karena kekacauan yang terjadi sekitar 20 tahun yang lalu. 


Lihat selengkapnya