Bergerak naik perlahan, udara dingin yang menusuk ke dalam kulitnya kini perlahan terganti dengan udara hangat dari lantai yang dituju.
Lantai kebun.
Lantai luas yang dipenuhi dengan kebun hidroponik yang menampung beraneka ragam sayur dan 2 pohon apel yang hampir menyentuh langit-langit.
Para drone beterbangan, melakukan tugas yang diprogram untuk mereka.
Membersihkan, merawat, membudidayakan, memotong bagian tanaman yang mati, mencabut rumput.
Drone di lantai kebun tidak hanya serba bisa, tapi juga berjumlah lebih banyak dari lantai ternak.
Lysander yang baru menyelesaikan tugas rutinnya di lantai sistem, kini melihat-lihat sekitar.
Tidak ada hama, tidak ada ulat, tidak ada serangga. Sepertinya semua drone bekerja dengan baik dan tentu saja hal itu menambah lebar senyum di wajahnya.
Ia melihat sebuah tanaman baru yang masih berupa tunas kecil dalam pot plastik.
Sangat jarang bagi Lysander untuk menyaksikan tanaman muda yang baru akan memulai perjalanan hidupnya sebagai bagian ekosistem.
Pria berusia 25 tahun itu mendekat lalu mengamati tunas muda tersebut.
Ia menyentuh tanah di sekitar tunas itu. Tanah hitam gembur yang agak lembab, tanda bahwa tanaman tersebut telah diberi air yang cukup sesuai standar.
Sorot matanya yang begitu penasaran terus memandangi tunas itu. Setelah beberapa saat, ia memutuskan untuk memindahkan pot berisi tunas muda tadi ke tempat yang memiliki pencahayaan yang lebih terang.
Diangkatnya pot tadi sebelum ia membalikkan badan kemudian berjalan menuju pusat ruangan, tempat yang paling dekat dengan sinar lampu yang paling terang.