Keluar(ga)

UBI Master
Chapter #10

09. Mengungsi Dalam Bunker.

Langit yang awalnya terlihat berwarna biru cerah kini dihiasi oleh kabut agak transparan berwarna hijau. 


Tepat setelah ledakan terjadi di laboratorium tempat Lucian bekerja, gumpalan kabut hijau muncul tepat di atas laboratorium tersebut sebelum akhirnya tertiup angin dan menyebar ke segala arah.


Itu adalah kumpulan virus khusus yang telah diteliti dan dikembangkan oleh Lucian dan timnya. Virus yang bisa mengubah peradaban manusia menjadi lebih baik tapi di saat yang sama, begitu tidak stabil dan berbahaya bagi siapa pun yang menghirupnya. 


Dan sejumlah virus tersebut melekat pada partikel serta debu di udara sebelum tertiup angin ke arah rumah Lucian.


Lysander yang masih merajuk di atas pohon sempat terkejut karena tanah yang agak bergoyang tepat setelah ledakan hebat terjadi. 


Bocah 5 tahun itu tidak sadar dengan kekacauan yang akan dimulai, bahkan ia tidak sadar jika ia sudah menghirup beberapa virus telah masuk di sistem pernapasannya. 


Normalnya, virus memerlukan waktu untuk bereaksi dan memberikan efek negatif pada tubuh inangnya, akan tetapi, virus ini berbeda. 


Virus itu memiliki susunan tubuh yang lebih kompleks dan lebih besar dari virus pada umumnya.


Memiliki banyak efek yang ditimbulkan dan salah satunya adalah kelelahan, rasa kantuk berlebih, dan juga lumpuhnya beberapa saraf. 


Terdengar mustahil untuk sebuah organisme kecil yang bahkan tidak lebih besar dari seekor kutu. 


Akan tetapi, efeknya mulai dirasakan Lysander. 


Mungkin karena usianya yang masih sangat muda, atau jumlah yang masuk di tubuhnya lebih banyak dari yang seharusnya. Yang mana pun itu, tubuh Lysander perlahan merasa lelah. Bocah itu mulai kehilangan keseimbangan dan terhuyung sesekali sebelum akhirnya jatuh dari pohon. 


Untungnya seseorang telah menangkapnya sebelum kepala bocah itu menghantam tanah. Seorang pria dengan topeng gas. Namun itu bukanlah orang asing, pria itu tidak lain adalah Lucian Adhiwira, ayah Lysander. 


Sebelum Lysander kehilangan kesadarannya, ia sempat melihat ayahnya yang memakai topeng gas. Ia juga bisa mendengar sesuatu yang agak samar, sesuatu mengenai tempat berlindung dan pergi. 


Apakah itu penting? Mungkin, tapi otak Lysander tidak mampu untuk berpikir, yang ia tahu adalah semuanya baik baik saja selama ayahnya bersamanya. 


Dan itulah hal terakhir yang diingatnya sebelum semuanya menghitam. 


--------------------------------------------------


Kedua mata yang terasa berat mulai membuka perlahan. Apa yang menyambut bocah 5 tahun itu adalah pemandangan yang sangat tidak dikenalnya. 


Langit-langit yang terbuat dari logam? 


Pipa panjang bersinar sebagai lampu? 


Lihat selengkapnya