Perlahan tapi pasti, Ananda memanjat tangga yang terbuat dari deretan pipa besi yang menancap di tembok baja.
Tiba di lantai atas, mata Ananda langsung disambut oleh sosok yang sangat ia kenali. Berdiri di seberang ruangan dengan pakaian yang sama persis dikenakan ketika pergi keluar bunker.
Ananda tidak bisa menahan rasa gembiranya dan langsung bergegas menghampiri sang suami.
Tersandung hingga tertatih, langkahnya tidak berhenti, begitu pula senyuman di wajahnya yang semakin melebar.
“Kau pulang, sayang?” Ananda langsung meloncat ke depan untuk memeluk Lucian.
Akan tetapi pelukannya tidak menyentuh apa pun selain udara kosong. Wanita itu melompat menembus keberadaan Lucian yang sebenarnya hanyalah gambar 3 dimensi yang bergerak.
Ananda terduduk di tempat sambil melihat kedua tangannya dengan tatapan kosong.
Otaknya masih belum sepenuhnya menerima tapi Ananda sadar bahwa Lucian tidak kembali dan ialah yang membuat sosok hologram itu.
Ia tahu...
Ia sadar...
Tapi kenapa?
Kenapa ia merasa ada yang salah?
Seolah ini semua adalah mimpi buruk…
Dan tidak membutuhkan waktu 10 detik sebelum wanita itu terkekeh kecil ketika pikirannya sudah mengimbangi kenyataan yang ada.