Keluar(ga)

UBI Master
Chapter #19

18. Menyembuhkan Ananda.

Tidak lagi terkapar di atas lantai besi, kini Ananda terbaring telentang di atas kasur yang nyaman. 


Namun itu tidak mengubah fakta bahwa tubuh Ananda yang berada dalam keadaan sangat lemah dan kurang bertenaga. Semua orang bisa langsung sadar hanya dengan melihat wajahnya yang agak pucat serta bibirnya yang pecah-pecah. 


Hanya menyaksikannya saja membuat Dina berkeringat dingin. 


‘Tidak, tidak, apa yang harus aku lakukan?! Ibu sakit? Tapi aku bukan dokter, bagaimana ini?!’ teriak Dina dalam pikirannya. 


Isi kepalanya begitu kacau, tapi ia tetap mencoba terlihat tenang agar Lysander tidak ikut panik. 


“Ananda hanya kelelahan, dehidrasi ringan dan kurang makan,” kata hologram Lucian yang berdiri agak jauh di belakang kedua anak kecil itu. 


Dina sedikit berbalik dan mendapati hologram Lucian yang berdiri tegak dengan badan agak menegang karena saking seriusnya.


“Apa yang kau bicarakan?” balas Dina dengan sigap. 


Sorot matanya tajam seolah menatap langsung ke dalam jiwa Dina. “Kau harus percaya apa yang aku katakan. Ananda masih bisa diselamatkan dengan sedikit makanan yang tepat.”


Isi otak Dina berkecamuk, ia tidak ingin mempercayai sang hologram, tapi rasa takutnya akan kehilangan sang ibu berhasil mendorong Dina untuk mempercayai hologram Lucian. 


Dina berdecak. “Ck, baiklah! Beri tahu aku tanaman apa yang –”


“Kak Dina! Apa yang harus aku lakukan untuk membantu?” Lysander tiba-tiba menarik baju gadis tersebut. 


Wajah sang bocah lelaki itu tampak begitu memelas. Ia sangat ingin membantu, tapi ia tidak tahu harus membantu seperti apa. 


Tentu saja Dina sadar akan hal itu. Akan tetapi ia sendiri belum pernah ke lantai bawah. Terlalu banyak risiko yang ia tidak ketahui. 


“Sander, pergilah ke ruang baca. Buatlah beragam gambar terbaikmu,” ucap Dina dengan cepat. 


“Apa itu akan membantu kesembuhan ibu?” balas Lysander. 


Dina memberikan senyumannya kepada sang adik laki-laki sambil menepuk pundak Lysander. “Jika kau menggambar sepenuh hati, kau bisa membantu menyemangati dengan gambar yang bagus, ibu bisa termotivasi untuk sembuh. Kau bisa melakukannya, kan?”


Lysander hanya mengangguk perlahan dengan ekspresi wajah yang masih memelas. 


Lihat selengkapnya