2 Pot plastik berukuran sedang. Salah satunya berisi tumbuhan sedangkan yang lain berisi beberapa butir telur. Namun apa gunanya membawa semua itu di kedua tangan jika kedua tangan itu harus digunakan untuk memanjat tangga?
“Bagaimana ini?!” Dina menggaruk kepalanya dan berjalan berputar-putar dengan tempo yang agak cepat.
“Tenanglah Dina,” kata hologram Lucian yang tampak begitu santai seolah tidak ada permasalahan sama sekali.
“Apa maksudmu santai?! Kau tahu jika –,” Dina menghentikan kalimatnya sendiri sambil memicingkan kedua matanya, menatap ke arah sang Hologram. “Tunggu dulu, kenapa kau begitu tenang? Kau tahu solusinya kan?”
Sang hologram menyeringai tipis. “Tentu saja, solusinya sudah jelas.”
Dina berjalan mendekati sang hologram sambil mengentak-entakkan kakinya. “Kalau kau tahu, kenapa kau cuman diam?!”
Tatapan mata hologram Lucian menjadi sangat serius. “Aku diprogram sebagai pengganti Lucian, sosok suami dan juga ayah. Jika aku hanya memberikan apa yang kau inginkan, aku ragu masih bisa menyebut diriku sebagai ayah.”
“Kau bahkan bukan –” Dina mengayunkan tangan kanannya yang terkepal ke wajah sang hologram. Namun tentu saja, pukulan itu hanya lewat menembus wajah hologram Lucian yang sejak awal tidak memiliki massa.
“AGRH!” Dina menggaruk-garuk kepalanya dengan sangat agresif. “Kenapa kau…, ARGH!”
Hologram Lucian terkekeh kecil. “Memberimu jawaban langsung akan membuat otakmu tumpul, tapi aku akan memberikanmu sebuah petunjuk.”
“Hah?! Petunjuk?!”
“Tangan bisa digunakan untuk menggenggam atau mencengkeram karena memiliki fungsi otot yang bisa terbuka atau menutup secara sadar,” ujar sang hologram yang menerangkan dengan penuh percaya diri.
“Hah?! Kalau itu aku juga tahu! Tangan bisa menutup dan membuka dan –,” Dina terhenti dan merenung sejenak. “Tunggu dulu, apa maksudmu ada anggota tubuh lain yang memiliki –”
Kedua mata Dina membelalak seketika, ia melirik ke bawah, tapi pandangannya bukan tertuju ke lantai, melainkan ke arah jawaban yang begitu jelas. Otot tubuh yang memiliki control sadar untuk membuka dan menutup.
Gadis itu menyentuh mulutnya sendiri lalu menatap ke arah sang hologram. “Aku bisa membawanya menggunakan mulut.”