Blurb
"Aku sudah mencarimu sejak lama." ungkap Raja Massa. "Seseorang yang aku pikir tidak mungkin ada."
Dahi Hujan berkerut dalam. Dadanya berdegup kecang. Ia tidak memahami maksud naga di hadapannya, tetapi mulutnya tidak berani bergerak. Salah langkah, maka tamatlah dia.
"Siapa sangka di dunia ini ada naga yang dibesarkan oleh keluarga manusia dan tidak memangsa mereka?" Nada suaranya takjub. "Seorang naga yang tidak hanya memahami manusia, tetapi juga menyayangi mereka."
"Apa yang Anda mau dari saya?" tanya Hujan pada akhirnya.
Raja Masa memandangnya tepat di mata. Nada suaranya serius. "Aku ingin kamu, jadi penerusku."