Keluarga Zhang

Rico Sumitomo
Chapter #4

Lembar Keempat

“Leo! Leo!”

Sang pemuda menoleh ke arah suara itu berasal. Di ujung sana seorang wanita berdiri di dekat truk pengangkut buah dan melambai-lambaikan tangannya. Tanpa aba-aba, pemuda itu segera melepas tas di dalam genggaman, berputar balik dan berlari dengan sekuat tenaga.

“Ibu!” Leo mendekap wanita itu erat. “Ibu!”

Ibu dan anak itu berpelukan selama beberapa saat. Tangisan keduanya membuat A-fu, si sopir truk juga ikut meneteskan air mata.

“Ibu,” Leo bersedu-sedu. “Maafkan aku, Bu. Aku ini anak yang tidak berbakti. Aku tidak sanggup lagi melindungi Ibu dan Lea dari lelaki itu.”

“Jangan pernah berkata begitu, Nak,” wanita itu mengelus-elus tengkuk putranya. “Kamu anak Ibu yang paling berbakti. Aku sangat bahagia bisa berjodoh menjadi Ibumu.”

Leo memeluk Ibunya lebih erat. Ia memejamkan mata, membiarkan air matanya mengalir. Hangatnya kasih sayang Ibunda merambat di dalam dadanya. Ia ingin sekali menghentikan waktu, terus berada di pelukan Ibu lebih lama. Namun apa daya, kokok ayam jantan telah memaksa untuk meregangkan pelukan mereka.

Di balik terangnya fajar, Leo kembali menatap wajah sang Ibu lekat-lekat. Api amarah di dalam dadanya kembali membara saat ia menemukan bekas lebam di dekat bibir dan sekitar matanya, namun semua itu segera padam saat tangan kecil Ibu mengelus pipinya lembut.

“Ibu!” Leo menggenggam tangan wanita itu erat-erat. “Pergilah bersamaku. Bawa juga Lea, kita bisa lari dari sini secepat mungkin. Temanku di Yilan punya satu tempat kosong yang bisa ditinggali ….”

Lihat selengkapnya