Asap rokok murahan mengepul dari mulut Inspektur Min, mengaburkan pandangannya sejenak dari hamparan kebun keluarga Zhang. Hujan sisa semalam menyisakan bau tanah basah yang berpadu dengan aroma amis dari arah sungai Xiuguluan. Di buku catatannya yang lusuh, baru tertulis sedikit informasi mengenai mayat wanita pribumi yang ditemukan mengambang tanpa busana pagi ini.
"Jadi apa yang Bapak lakukan pada tanggal 4 Juli kemarin?"
"Saya sedang berada di Keelung," ucap Hilbram menyilangkan kedua tangannya. "Saya baru pulang dari sana kemarin."
"Oke," ucap Inspektur Min lambat-lambat, matanya menatap Hilbram dari balik kepulan asap rokok sebelum menunduk untuk mencatat. "Kalau Anda sendiri Nona? Kapan terakhir kali Anda bertemu dengan Sa'ih?"
"3 Juli," ucap Tamara. "Tepatnya sehari setelah Ci pergi dari sini. Apa kalian sudah menanyakan mereka?"
"Belum, kami akan menanyakan mereka nanti," Inspektur Min menjilat jempolnya. "Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya," ia mengangkat topinya. "Sampai jumpa."
Tamara bergeming sewaktu melihat inspektur polisi itu pergi dari hadapan mereka. Pikirannya kembali melayang pada saat Nyonya Zhang memberi peringatan kepadanya, bahwa maut akan segera datang menghampiri keluarga ini.
"Mas, apa kau pikir… kematian Sa'ih janggal?"
"Sudahlah, Tamara," Hilbram menghela napas berat. "Jangan bermain detektif. Kita serahkan saja semuanya kepada pihak yang berwenang."
* * *
"Bisakah Anda memberitahu saya kapan terakhir kali Anda bertemu dengan pembantu Anda?"
"1 Juli, tepatnya sehari sebelum saya mencoba untuk pergi dari desa ini."
Inspektur Min menulis hal itu ke dalam catatannya. Pandangannya kini terarah kepada Ko Alam dan Bob.
"Jadi waktu itu, pada tanggal 2 Juli kalian menemukan Nyonya Zhang pingsan di papan terminal dan membawanya kemari?"
"Ya," jawab Ko Alam sambil menatap anaknya dan menatap kepada Inspektur Min. "Nyonya Zhang punya riwayat anemia. Ia tidak bisa pergi jauh dari desa."
"Kalau saya boleh tahu," pandangan Inspektur kembali mengarah pada Nyonya Zhang. "Apa yang menyebabkan Anda ingin meninggalkan desa, Nyonya Zhang?"
"Saya ingin mengunjungi anak saya, Leo di Taipei."