Keluarga Zhang

Rico Sumitomo
Chapter #21

Lembar Kedua Puluh Satu

Untuk temanku, Veronica

Maaf aku baru kali ini membalas pesanmu. Aku agak sibuk dalam urusan magang kali ini. Aku harap studimu di Australia berlangsung dengan baik. Namun, ada hal buruk yang ingin kuberitakan kepadamu. Kau mungkin tahu soal temanmu, Robert yang mengidap skizofrenia. Ya, saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja, apalagi saat mendengar berita tentang kematian ayahnya. Ia jadi sering meracau kalau ini bukan bagian dari kanon, lalu mengatakan sosok penulis yang jadi dalang dari semua ini untuk memberi dampak kepada cerita. Aku harap kau bisa datang menjenguknya di lain waktu karena waktu magangku sudah mau habis dalam minggu ini.

Salam dan Cinta

Jessica.

* * *

Hilbram akhirnya bisa menarik napas lega melihat Tamara dan Nyonya Zhang bisa akur juga. Ia menyantap sajian di meja dengan lahap.

"Ini buatanmu, Tamara? Kok persis seperti masakan ibuku dulu?"

"Ya, Ci mengajarku memasak beberapa hari lalu. Dia bilang Mama memberinya resep dalam mimpi."

"Aku sudah lama sekali tidak menyantap masakan Mama," ucap Hilbram sambil mengaduk ayam kungpao dan mapo tofu di hadapannya. "Kamu benar-benar hebat sekali."

"Hilbram, kamu akan tinggal seminggu di sini, bukan?"

"Ya, Ci. Ada apa memangnya?"

"Kamu tahu kan besok lusa kamu ulang tahun. Tanggal satu September?"

"Oh, ya. Kenapa aku sampai lupa, ya! Terima kasih sudah mengingatkanku Ci. Apa kalian akan mengadakan pesta ulang tahun untukku? Bukannya tahun ini aku pamali merayakan ulang tahun?"

"Sudah, tidak apa-apa," ucap Nyonya Zhang. "Lagipula jarang-jarang kan kau merayakan ulang tahun? Mumpung ada Tamara di sini. Kita mungkin bisa mengundang Bob dan Ko Alam kemari kalau kau mau."

"Baiklah," ucapnya sambil tersenyum. "Tidak ada salahnya memang merayakan ulang tahun sesekali."

Keesokan harinya, Bob yang sedang memotong rumput mendapati Hilbram menemuinya. Ia datang dengan senyum yang cerah, tidak seperti biasanya ia seperti ini.

"Bob, apa kau bisa bilang ke ayahmu untuk datang ke rumah besok? Aku ingin mengadakan acara ulang tahun kecil-kecilan bersama dia."

"Oh, baik Paman," ucap Bob. "Aku akan memberitahu ayah soal ini. Kira-kira jam berapa acaranya?"

"Jam enam sore."

Bob dan Ko Alam datang pada hari yang telah ditetapkan. Mereka disambut oleh Nyonya Zhang dengan ramah.

Lihat selengkapnya