Keluarga Zhang

Rico Sumitomo
Chapter #22

Lembar Kedua Puluh Dua

Naomi duduk di dalam kedai kopi sambil menyeruput es teh dari gelasnya. Beberapa saat kemudian, seorang gadis muncul di hadapannya dengan terengah-engah.

"Ma… maaf, Naomi. Tadi aku cari tempat parkir dulu. Kamu menunggu lama?"

"Tidak," ucapnya santai. "Pesananku baru saja sampai. Kamu mau minum apa?"

"Cold Americano deh, extra shot."

Naomi memanggil pelanggan dan meminta tambahan pesanan. Sang pelanggaan meminta pamit dan segera mengantarkan pesanan ke barista.

"Tumben kamu datang mencariku. Sudah lima tahun lebih kan kita tidak bertemu?"

"Ya," ucap Joan. "Aku ingin menanyakan sesuatu padamu," ia meletakkan beberapa carik kertas di atas meja. "Ini tulisan dari pasien di rumah sakit tempat aku magang."

Naomi mengambil kertas itu dan melihat tulisan di dalamnya.

Tanjung Hana

Jauhi Ouroboros

Tiga lebah rahasia

Jauhi Ouroboros

Risin, Kalium, Barbiturat, Metanol, Arsenik

Jauhi Ouroboros

Cinta tak sampai

Jauhi Ouroboros

Dendam tiada akhir

Jauhi Ouroboros

"Biar kutebak," ucap Naomi sambil mencubit dagunya. "Apa pasienmu itu bernama Robert?"

"Ka… kamu tahu dari mana Naomi?"

"Kau tidak perlu tahu dari mana aku tahu. Yang perlu kau tahu sekarang adalah menasihati perkataan di kertas ini. Jauhi Ouroboros."

"Aku rasa kau juga perlu masuk rumah sakit jiwa."

Joan meneteskan beberapa tetes stevia ke dalam kopinya. Ia mengaduk-aduk kopi itu, membayangkan bagaimana ia tidak bisa melihat ibunya lagi lima belas tahun lalu. Tahu, kalau ia bisa bernapas hari ini karena pengorbanan dari ibunya.

"Aku tahu kau masih menyimpan dendam dengan wanita itu. Tapi, pikirkanlah matang-matang rencanamu ini. Jangan sampai kau sendiri hancur dalam api itu."

Lihat selengkapnya