Keluarga Zhang

Rico Sumitomo
Chapter #26

Lembar Kedua Puluh Enam

Pada tanggal 21 Desember di malam hari, Leo mendengar dering telepon berbunyi di rumahnya.

"Halo, dengan Leo. Ada yang bisa dibantu?"

"Halo, ini dari rumah sakit Bunda Maria. Apa benar ini Leo saudara Lea?"

"Ya, saya kakaknya Lea. Ada apa ya?"

"Kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan kalau Adik Anda ditemukan pingsan dan terluka parah di stasiun Luodong. Apakah Anda ada waktu untuk menjenguknya?"

Jantung Leo mencelos waktu mendengar kabar dari adiknya. Ia pasti sudah jadi korban dari keganasan ayah dan istri simpanannya, sampai harus kabur ke Yilan.

"Oh, baik. Baik, saya akan segera ke sana."

Leo meminjam motor temannya dan bergegas menuju ke rumah sakit. Sesampainya di sana, ia menemukan Lea dalam keadaan tak sadarkan diri.

"Apa Anda Leo?"

"Iya, Dok. Saya kakaknya."

"Baik, jadi kami baru saja mengambil sampel darah adik perempuan Anda dan kadar HCG di dalam darahnya cukup tinggi, ya."

"Kadar HCG, apa maksudnya dok?"

"Maksud saya adik Anda dalam keadaan hamil sekarang."

Leo tertegun sejenak. Ia pernah mendengar dari Nenek kalau ia sama sekali benci dengan kehamilan di luar nikah. Bahwa siapa pun yang melanggar aturan ini akan dipukul rotan di hadapan altar leluhur. Apa ini yang baru saja terjadi pada adiknya?

"Untuk saat ini kami sudah memberi penenang dan antibiotik serta obat anti radang untuk Adik Anda. Jadi tidak usah khawatir akan kondisinya."

"Baik Dok," ucap Leo sambil membungkuk. "Terima kasih, Dok."

Leo berdiri di dekat Lea dan menggenggam tangannya dengan erat. Kalau saja ia tak pergi dari rumah itu, mungkin Lea tidak akan mengalami kejadian ini. Entah musibah apa yang terjadi dalam keluarga itu semenjak ia pergi.

Lihat selengkapnya