Kembali Tuk Balas Dendam

Sequoia Tom
Chapter #8

Bertemu Sahabat Lama

"Om Keenan, kenapa ninggalin Lana? Apa Om udah nggak sayang lagi sama Lana? Om bosan ya karena Lana cerewet dan banyak maunya?"

"Om jahat! Om pergi gitu aja tanpa pamit sama Lana!"

"Nanti, siapa yang mau ngajarin Lana berhitung? Lana nggak suka orang lain. Lana cuma mau Om Keenan."

Di sebelahnya, duduk Alvaro yang terus diam tanpa terusik oleh tangisan Alana. Tatapannya sendu, fokus pada potret dirinya bersama Keenan.

Tidak ada satu kata pun yang keluar. Alvaro tidak menangis, tidak merengek, tidak berteriak.

Benar-benar diam, hening. Cukup melihat matanya, sudah menunjukkan betapa ia kehilangan sosok Keenan.

Di ambang pintu, Kevin dan Maisha hanya melihat anak mereka tanpa berniat membujuk atau menenangkan.

"Beri mereka waktu," ucap Kevin. "Lambat laun, mereka pasti akan paham dan mulai terbiasa."

***

Di waktu yang sama, Keenan juga sedang merindukan kedua keponakannya.

Ia baru saja sampai di rumah barunya. Tempat di mana ia akan memulai semuanya lagi dari awal.

Tidak ada lagi suara polos Alana yang cerewet, tidak ada lagi wajah cuek Alvaro yang gengsian.

Di rumah ini, ia hanya seorang diri. Ditemani suara parfum ruangan yang berbunyi secara berkala, ditambah suara dentingan jam yang terdengar keras.

Bukan lagi suara Alvaro dan Alana yang mengusiknya. Yang menjadi candu sekaligus penenang hatinya.

Ia mendesah pelan, merebahkan punggungnya, menatap langit kamar yang bersih.

"Aku harus secepatnya menyelesaikannya," lirihnya.

Tidak lama, Keenan tenggelam dalam mimpi yang akan menemani malam sepinya.

***

"Keenan?"

William membeku saat melihat sosok Keenan datang dan semakin mendekat ke arahnya.

Air matanya jatuh. Ia tidak peduli dengan reputasinya.

"Wil, apa kabar?"

William langsung memeluk tubuh Keenan saat laki-laki itu tepat di depannya.

"Ka-kamu ... beneran Keenan? Sahabat baikku?"

William melepas pelukannya. Tangannya mulai mencubit kedua pipi Keenan, memindainya dari atas sampai bawah.

Setelahnya, ia membolak-balikkan tubuh Keenan. Gurat wajahnya masih tidak percaya.

Lihat selengkapnya