Grace sedang menonton TV ketika pantulan cahaya dari sela-sela jendela mengenai satu benda yang terhalang oleh buku-buku. Benda itu tampak berkilau meskipun tertutup debu.
Grace berdiri dan berjalan menuju benda misterius itu. Dia menyingkirkan buku-buku yang menghalangi dan melihat apa yang ada di baliknya.
Grace mengambil barang itu. "Tunggu, kenapa ada benda ini di sini? Aku belum pernah melihat ini sebelumnya."
Itu hanyalah sebuah foto keluarga yang berdebu. Grace belum pernah mengetahui ada benda tersebut. Dia melihat foto itu dan menyadari ada sesuatu yang salah.
"Ini sepertinya foto lama. Ada ayah, ibu, aku. Tapi siapa yang di sisiku? Rambutnya sangat berbeda denganku." Grace melihat ke arah cermin yang ada di depannya.
"Wajahnya mirip denganku. Tapi yang jelas, aku lebih cantik darinya." Grace tertawa kecil.
Grace meletakkan foto itu di dalam laci cermin.
* * * *
Grace berjalan ke arah pintu utama dan membukanya. Ada seorang laki-laki yang sedang berdiri di halaman rumah. Dia menatap Grace.
Grace menatap laki-laki itu dan berbicara pelan. "Siapa dia? Tapi aku merasa sangat familiar dengannya."
Laki-laki itu berjalan menghampiri Grace dan berhenti tepat di ujung bayangannya.
"Sudah lama tidak berjumpa denganmu, Sayang." Laki-laki itu tersenyum ke arah Grace dan menatap wajahnya.