KEMELUT TERATAI KEMBAR

Amrullah Ibrahim
Chapter #56

Rahasia Terbesar Pimpinan Tertinggi

Suasana di aula utama benteng utama Golongan Hitam kini telah berubah menjadi lautan sunyi yang mencekam. Abu sisa pertempuran masih mengepul tipis di udara, bercampur dengan bau amis darah dan mesiu yang menyengat indra penciuman. Di sela-sela reruntuhan singgasana panglima yang hancur berkeping-keping akibat hantaman tenaga dalam tingkat tinggi, Arka berjalan perlahan dengan langkah kaki yang terasa berat karena kelelahan. Matanya menyapu setiap jengkal lantai batu marmer hitam yang berdarah, mencari sesuatu yang tersisa dari kekacauan tersebut.

Tiba-tiba, pandangan Arka tertuju pada sebuah benda logam bercahaya redup yang terjepit di antara reruntuhan kayu singgasana dan jemari tangan sesosok mayat petinggi musuh yang telah kaku.

"Arka, apa yang kau temukan di sana?" tanya Tera dari kejauhan, sambil melangkah mendekat dengan langkah waspada, pedangnya masih tergenggam erat di tangan kanannya.

"Entahlah, tetapi benda ini terlindungi oleh segel tenaga hitam yang cukup kuat," jawab Arka sambil berjongkok dan meraba benda tersebut dengan hati-hati.

Dengan mengerahkan sedikit sisa tenaga dalamnya, Arka berhasil memecahkan lapisan segel tipis yang membungkus benda itu. Ternyata, yang ia temukan bukan sekadar senjata atau jimat biasa, melainkan sebuah gulungan dokumen utama berikat pita emas tua yang berhasil ia amankan dari genggaman tangan musuh yang tewas tersebut. Gulungan itu terbuat dari kulit binatang khusus yang tidak mempan terhadap api maupun air, menandakan bahwa isinya bukanlah rahasia sembarangan.

"Gulungan apa itu, Arka? Kenapa disembunyikan begitu rapat di bawah singgasana?" tanya Tera penasaran, berdiri tepat di samping Arka sambil mengamati gulungan tersebut dengan saksama.

"Mari kita buka dan lihat bersama-sama," ujar Arka sambil menarik pita pengikat emas perlahan-lahan. Gulungan itu terbuka, memperlihatkan deretan tulisan tangan kuno dan gambar-gambar sketsa yang memancarkan pendaran energi aneh.

❖ ❖ ❖

Tera membuka gulungan tersebut lebih lebar menggunakan kedua tangannya, membantu Arka menerangi tulisan-tulisan kecil di atas kulit binatang itu dengan pantulan cahaya dari pedangnya. Begitu mata mereka menyapu lembaran pertama, napas keduanya seketika tertahan karena terkejut.

"Ya ampun... lihat ini, Arka," bisik Tera dengan suara bergetar kecil, menunjuk ke bagian tengah diagram yang terukir sangat detail di atas gulungan tersebut.

Gulungan itu ternyata memuat diagram anatomi tubuh manusia secara detail, lengkap dengan jalur meridian tenaga dalam dan titik-titik akupuntur rahasia. Namun, yang membuat mereka terperanjat adalah adanya tanda silang berwarna merah pekat yang dilingkari khusus pada satu titik letak di bagian jantung dan punggung bawah.

"Ini... ini adalah diagram anatomi tubuh Pimpinan Tertinggi Golongan Hitam sendiri," ucap Arka dengan mata membelalak lebar, mengamati garis-garis petunjuk yang tertera di sana. "Dan titik merah itu... itu adalah titik kelemahan fatal yang selama ini disembunyikan rapat-rapat dari seluruh pengikutnya."

"Luar biasa," kata Tera, matanya berbinar takjub bercampur ngeri. "Setiap pendekar terhebat pasti memiliki titik mati pada aliran meridian mereka saat mengerahkan jurus pamungkas. Dokumen ini memetakan dengan tepat kapan dan di mana titik itu terbuka selebar-lebarnya."

"Artinya, selama ini pimpinan tertinggi mereka tidak sepenuhnya kebal seperti yang dikabarkan oleh orang-orang di dunia persilatan," simpul Arka cepat, menggenggam sisi gulungan itu lebih erat. "Ada celah kelemahan yang bisa kita manfaatkan jika kita harus bertempur langsung dengannya."

"Tetapi bagaimana mungkin dokumen sepenting ini bisa tersimpan di tangan panglima lini kedua? Bukankah seharusnya benda ini dipegang langsung oleh sang pimpinan?" tanya Tera dengan nada penuh kecurigaan.

Lihat selengkapnya