Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #3

Benturan Ego Di Meja Makan

Nara pulang membawa beban mental masing-masing. Alih-alih menjadi momen melepas rindu, malam pertama di rumah justru dipenuhi ketegangan. Di meja makan, Aris sibuk dengan ponselnya, Dinda mengkritik makanan yang dianggapnya tidak sehat, dan Bagas terus-menerus mengeluh tentang susahnya sinyal. Pak Wijaya hanya terdiam melihat anak-anaknya yang kini terasa seperti orang asing.

Malam itu, ruang makan keluarga Nara terasa menyesakkan. Aroma masakan yang biasanya hangat berubah menjadi dingin seiring dengan ketegangan di antara mereka. Nara berdiri dengan napas memburu, menatap sang ayah yang memegang kendali penuh atas keputusan keluarga"Nara, keputu

Sang Bapak sudah bulat. Ini yang terbaik untuk masa depan keluarga kita," tegas pak Wijaya, menyimpan sendoknya dengan dentuman pelan yang memekakkan telinga.

Nara mengepalkan tangannya. Ia tidak bisa lagi menelan mentah-mentah tuntutan yang membatasi impiannya. "Tapi masa depan Nara bukan tentang ambisi Bapak! Nara berhak memilih jalan Nara sendiri!"

Lihat selengkapnya