Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #3

Gema yang Terlewatkan

Ponsel di atas nakas bergetar tanpa henti. Layarnya menampilkan nama yang sudah berbulan-bulan diabaikan: Ibu. Nara menghela napas panjang, menatap pantulan dirinya di cermin apartemen sempitnya. Di luar jendela, gemerlap lampu kota metropolitan tampak sangat kontras dengan keheningan di dalam kamarnya.

Kesibukan sebagai Manajer Operasional di perusahaan logistik ternama perlahan telah mengubah prioritasnya. Baginya, bertahan di ibu kota adalah pembuktian harga diri. Namun, harga yang harus dibayar adalah kenangan tentang rumah yang mulai memudar.

Jari Nara bergerak ragu, menggeser tombol hijau di layar ponselnya. Suara serak khas orang tua segera menyapa telinganya, menghancurkan benteng kesibukan yang ia bangun seharian.

"Nara? Nduk, kamu sehat? Ibu telepon dari tadi tidak diangkat, sedang sibuk, ya?" suara di seberang sana terdengar bergetar menahan rindu.

Nara mendudukkan dirinya di tepi ranjang, meremas sprei dengan sebelah tangan. "Ibu. Iya, maaf, Nara baru pulang kerja. Kerjaan di kantor lagi banyak banget, Bu. Ada proyek baru yang harus diurus."

Lihat selengkapnya