Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #10

Bayang - Bayang di Ruang Rapat

Pendingin ruangan berpusat di lantai  Gedung Graha Aksara tak pernah terasa sedingin ini bagi Nara. Di layar monitornya, sebuah surel berantai terbuka. Surel itu bukan untuknya, melainkan salinan tersembunyi (blind carbon copy) yang luput dihapus oleh sang pengirim—atau mungkin sengaja ditinggalkan sebagai peringatan.

Mata Nara memicing, membaca setiap baris kata yang tertera di sana. Angka-angka proyeksi fiktif. Nama perusahaan cangkang di luar negeri. Dan di bagian bawah, tertera dua inisial yang sangat ia kenal RD dan AS.

Renjana dan Arga. Dua rekan kerja yang selama ini menjadi otak di balik kesuksesan divisi finansial. Dua orang yang selalu berdiri di garis terdepan saat perusahaan membutuhkan pembelaan, kini bersekongkol menggerogoti fondasi tempat mereka mencari makan.

"Nara?"

Sebuah suara berat memecah keheningan bilik kubikelnya. Nara tersentak, refleks menekan tombol minimize. Jantungnya berdegup lebih kencang dari deru keyboard yang baru saja ia hentikan.

Arga berdiri tepat di samping mejanya. Senyum ramahnya yang biasa terlihat menenangkan, kini tampak seperti topeng penipu yang mengerikan. Di tangannya, sebotol air mineral dingin berembun.

Lihat selengkapnya