Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #17

Tempat Pulang

Dering pintu kaca ruang HRD di belakangnya terdengar seperti ketukan palu hakim. Surat itu sudah berpindah tangan. Mulai detik ini, hitung mundur tiga puluh hari menuju akhir kariernya resmi dimulai. Nara berjalan menyusuri lorong kantor dengan langkah yang terasa lebih ringan sekaligus lebih asing. Rekan-rekan kerja yang berpapasan dengannya masih menyapa seperti biasa, tak tahu bahwa wanita di hadapan mereka baru saja melepas jangkar hidupnya.

Langkah pertama yang diambil Nara adalah melangkah ke toilet kantor. Di depan cermin besar, ia menatap pantulan dirinya sendiri. Tidak ada air mata. Hanya ada helaan napas panjang yang ia embuskan ke permukaan kaca. Ia membasuh wajahnya, menata kembali helai rambutnya yang sedikit berantakan, dan meyakinkan diri bahwa keputusan ini demi keluarga dan rumah yang dipenuhi kehangatan.

Keluar dari gedung kantor, Nara tidak langsung memesan taksi daring seperti biasanya. Ia memilih untuk berjalan kaki menuju kedai kopi kecil di seberang jalan. Di sana, ia mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi pesan singkat.

Nara mengetik satu pesan untuk bapaknya “Sudah aku serahkan, pak. Bulan depan aku resmi di rumah.”

Lihat selengkapnya