Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #20

Merengkuh Bayangmu

“Bayu, lihat ke luar jendela deh. Langitnya lagi cantik banget, kan?

Mbak cuma mau bilang, keputusan Mbak ini bukan berarti Mbak menyerah atau kalah. Mbak cuma memutuskan untuk pulang tepat ketika berada di ujung senja. Kamu tahu kan, senja itu seindah apa pun dia, tugasnya memang untuk selesai dan menyambut malam?

Karier Mbak kemarin adalah senja yang sangat indah. Tapi sekarang, rumah adalah malam yang butuh kehangatan Mbak. Mbak nggak pergi ke mana-mana, Mbak cuma pulang ke tempat yang paling Mbak butuhkan saat ini. Tolong dukung Mbak ya, dek.”

Pesan itu terdengar tepat saat azan mahgrib mulai berkumandang di kejauhan. Nara meletakkan ponselnya, menatap sisa-sisa cahaya kemerahan di langit Jakarta, dan bersiap menghadapi apa pun misteri yang tersimpan di balik malam yang mulai datang.


Lihat selengkapnya