Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #22

Binar Aksara dalam Doa

Aroma tanah basah dan desau angin sore menyambut Nara begitu ia melangkah keluar dari kendaraan. Setelah bertahun-tahun menulikan telinga dari bisingnya deru kota rantau yang tak kenal ampun, keheningan kampung halaman ini terasa seperti sebuah pelukan. Di ujung jalan setapak, samar-samar ia melihat sosok yang paling dirindukan berdiri di depan beranda, menunggunya pulang.

Nara menarik isi surat secara perlahan agar tidak menimbulkan suara. Di antara tumpukan berkas tagihan bulanan, terdapat sebuah amplop cokelat tebal tanpa nama. Tangan Nara bergetar saat membuka segelnya. Di dalamnya ada selembar dokumen resmi dengan logo firma hukum dan satu surat pernyataan bermeterai.

Isi surat misterius itu adalah Surat Perjanjian Utang Piutang Jaminan Aset dan Restrukturisasi Finansial.

Nara membekap mulutnya sendiri agar jeritannya tidak lolos. Di dalam surat itu tertulis bahwa sejak enam bulan lalu, Arga telah menjaminkan sertifikat asset untuk meminjam uang dalam jumlah yang sangat besar guna menutupi kerugian investasi bisnis sampingannya yang gagal total.

Lihat selengkapnya