Suara lembaran kertas tebal yang dibalik terdengar ritmis di antara keheningan malam. Bau khas kertas tua langsung menyeruak begitu album itu dibuka. Foto pertama menampilkan Nara dan Bayu kecil yang sedang belepotan es krim di sebuah taman bermain, dengan latar belakang almarhumah ibu Nara yang tersenyum lebar menatap kamera.
"Ya ampun, Bayu! Mbak hampir lupa kita pernah sekerdil ini," ucap Nara sambil tertawa kecil, menyentuh permukaan foto yang dilapisi plastik.
Bayu ikut terkekeh, menyandarkan punggungnya ke sofa. "Mbak Nara lupa ya? Gara-gara es krim itu jatuh, Mbak nangis jerit-jerit sampai Ibu harus belikan tiga kerucut es krim lagi biar Mbak diam."
Nara tertegun sejenak. Ingatan yang terkubur bertahun-tahun oleh tumpukan berkas kerja itu mendadak berputar kembali dengan sangat jelas. "Iya, benar. Ibu selalu tahu cara menenangkan Mbak. Ibu tidak pernah bisa melihat Mbak sedih."