Suara riuh rendah para pedagang dan aroma khas bumbu dapur langsung menyambut kedatangan Nara dan bapaknya begitu mereka memasuki area pasar. Bapak berjalan di depan dengan langkah santai, membawa sebuah keranjang belanja anyaman yang sudah agak pudar warnanya. Nara berjalan di sampingnya, mengamati bagaimana bapaknya begitu luwes menyapa beberapa pedagang yang tampaknya sudah sangat mengenal beliau.
"Pak, kita mau beli bahan untuk masak apa hari ini?" tanya Nara sambil memegangi lengan bapaknya agar tidak tersenggol pengunjung pasar yang ramai.
Bapak menoleh, wajah senjanya dihiasi senyuman bangga. "Bapak mau masak rawon kesukaanmu, Nara. Kebetulan daging di langganan Bapak hari ini bagus-bagus. Kamu sudah lama kan tidak makan rawon rumahan?"
Nara tertegun, matanya mendadak terasa panas. "Bapak masih ingat kalau Nara paling suka rawon?"