Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #39

Tentang Kita yang Usang

Nara berjalan mendekati meja makan sambil membawa dua cangkir cokelat hangat. Ia melirik layar laptop Bayu yang dipenuhi coretan revisi berwarna merah dari dosen pembimbing skripsinya. Bayu tampak mengacak rambutnya, frustrasi karena draf bab tiganya ditolak untuk ketiga kalinya.

"Minum dulu, Bayu Otakmu butuh istirahat," kata Nara lembut, meletakkan cangkir di samping laptop.

Bayu menghela napas panjang, bersandar lemas pada kursi. "Mbak, aku rasanya mau menyerah saja. Dosen pembimbingku perfeksionis sekali. Semua dataku dianggap salah. Aku malu sama Ibu, sudah semester tua tapi belum lulus juga."

Nara tersenyum tipis, teringat pada satu halaman di buku harian ibunya yang ditulis saat Nara sendiri hampir menyerah pada tahun pertama merantau. Nara membuka ponselnya, membaca foto halaman buku harian yang selalu ia simpan.

Lihat selengkapnya