Di dalam foto itu, bapak duduk di kursi tengah dengan senyum paling lebar yang pernah Nara lihat sejak kepergian ibu. Di sisi kanan, Bayu berdiri gagah mengenakan toga sambil merangkul pundak ibunya, Bibi Lastri. Sementara Nara sendiri berdiri di sisi kiri bapak, tersenyum lepas dengan binar mata yang tidak lagi menyiratkan duka.
Bapak berjalan mendekati Nara dari arah dapur, melangkah pelan lalu ikut menatap foto tersebut. "Bagus sekali ya, Nara. Setiap kali Bapak duduk di sofa, melihat foto ini selalu membuat hati Bapak adem."
Nara menoleh, lalu menyandarkan kepalanya di bahu bapaknya yang kini terasa begitu kokoh melindunginya. "Iya, Pak. Nara juga ngerasa begitu. Rumah ini nggak pernah terasa sepi lagi."
"Semua ini karena kamu ada di sini, Nak," ucap bapak lembut, mengusap lengan Nara dengan penuh kasih sayang.