Suasana pagi hari yang cerah. Jendela kamar Nara terbuka lebar, membiarkan cahaya matahari dan angin segar masuk. Di atas meja kerja yang biasanya berantakan dengan berkas kantor, kini hanya ada laptop, kompas antik, dan buku harian kosong pemberian ibunya. Nara menarik napas dalam-dalam, menatap layar laptopnya.
Nara Berbicara pada diri sendiri, mantap"Ini waktunya."
Nara mengklik tombol Kirim di laptopnya. Surat pengunduran diri resmi terkirim. Ia lalu menutup laptop, mengambil pulpen, dan membuka halaman pertama buku harian kosong itu. Ia menuliskan satu kalimat:
Menjadi Nara
Tiba-tiba ponselnya berdering. Telepon dari Alea, sahabat sekaligus rekan kerjanya yang terkenal ambisius.
Nara Mengangkat telepon "Halo, bestie."