Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #45

Indahnya Kedamaian

Tiga tahun  setelah resign, Nara menyewa sebuah sudut kecil di pasar barang antik kota untuk menenangkan diri sambil memikirkan langkah selanjutnya. Di atas meja kayunya, terdapat beberapa kamera analog tua yang sedang ia bersihkan menggunakan kuas kecil—sebuah hobi lama yang sempat ia kubur demi pekerjaan kantor. Tiba-tiba, seorang gadis dengan tas ransel besar dan kamera digital tergantung di lehernya berhenti di depan meja Nara. Gadis itu bernama Alea, seorang fotografer dokumenter lepas yang eksentrik.

Alea Matanya berbinar melihat kamera di meja Nara "Wah, ini Leica M3 tahun 1950-an, kan? Masih berfungsi atau cuma pajangan?"

Nara Mendongak, agak terkejut "Eh? Iya, betul. Ini masih berfungsi normal. Saya baru selesai membersihkan lensa dan memperbaiki tuas kokangnya."

Alea Tanpa ragu langsung duduk di kursi kosong depan meja Nara "Keren banget! Jarang ada anak muda di kota ini yang bisa merestorasi kamera analog sehalus ini. Biasanya orang cuma beli buat properti foto estetik di media sosial."

Nara Tersenyum canggung  "Saya cuma suka mekaniknya. Rasanya tenang saja kalau berhasil menghidupkan kembali sesuatu yang sudah dianggap mati atau usang oleh orang lain."

Lihat selengkapnya