Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #46

Buterfly Era

Enam bulan kemudian. Nara dan Alea berhasil menyewa sebuah ruko kecil yang merangkap sebagai studio foto sekaligus bengkel restorasi bernama "Kembali Ke Masa". Suasana studio tampak sibuk namun berantakan. Dus-dus suku cadang menumpuk di pojok ruangan, dan lampu studio buatan Alea menyala terang. Nara terlihat kelelahan, bersandar di meja kerjanya yang penuh dengan pretelan kamera.

Nara Menghela napas panjang, memijat pelipisnya "Alea, kas kita bulan ini minus lagi. Biaya impor suku cadang dari Jepang naik dua kali lipat, sementara tiga klien minggu lalu minta refund karena pengerjaannya terlambat."

Alea Baru saja masuk membawa dua bungkus kopi instan, mencoba tetap ceria "Hei, kopi dulu. Jangan sampai otakmu ikut blank seperti kamera macet. Terlambat itu karena kita kekurangan tenaga, Ra. Kamu mengerjakan semuanya sendiri dari pagi sampai subuh."

Nara Menerima kopi, suaranya terdengar frustras "Aku mulai berpikir... apa mimpiku ini terlalu naif? Dulu di kantor, akhir bulan selalu ada gaji pasti. Sekarang? Kita bahkan harus menghitung sisa lembaran uang untuk bayar sewa ruko bulan depan. Aku tidak mau menyeretmu dalam kebangkrutan, Al."

Alea Duduk di sebelah Nara, tatapannya mendalam dan serius "Nara, lihat aku. Siapa yang bilang membangun bisnis dari nol itu seperti jalan tol? Waktu aku memutuskan jadi fotografer lepas, aku pernah cuma makan mi instan dibagi dua untuk dua hari. Tapi kita di sini bukan cuma jual jasa servis. Kita ini menjual memori."

Lihat selengkapnya