Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #48

Diary Hati

Malam hari setelah festival usai. Suasana ruko "Kembali Ke Masa" sudah sepi dan tenang. Di luar, rintik hujan turun perlahan, menciptakan melodi damai yang mengetuk kaca jendela. Nara duduk sendirian di meja kerjanya. Di hadapannya, lampu meja memancarkan cahaya kuning keemasan yang hangat, menerangi sebuah kompas antik dan buku harian pemberian ibunya yang kini sudah terisi penuh oleh catatan perjuangannya selama berbulan-bulan.

Nara memandangi halaman terakhir yang masih kosong. Ia mengambil pulpennya, menarik napas panjang dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya, lalu mulai menuliskan baris demi baris kalimat dengan goresan tangan yang mantap.

Nara Menulis sambil menarasikan isi hatinya dengan suara lirih

"Ibu... Hari ini, kompas tua yang Ibu berikan akhirnya benar-benar membimbingku pulang. Bukan pulang ke rumah masa kecil kita, melainkan pulang ke dalam diriku yang seutuhnya."

Nara berhenti sejenak, jemarinya mengusap permukaan kertas penutup itu, membayangkan senyuman ibunya yang selalu meneduhkan.

Lihat selengkapnya