Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #49

Kembali Hidup

Malam hari di sudut kafe tua yang tenang. Nara duduk sendirian dengan tatapan kosong, menatap cangkir kopinya yang sudah dingin. Di atas meja, surat wasiat ibunya tergeletak layu. Ia merasa hancur, terjebak dalam rasa bersalah dan kehilangan arah setelah kepergian ibunya. Tiba-tiba, seorang gadis dengan senyum teduh bernama Alea duduk di kursinya yang kosong, membawa aura hangat yang seketika memecah keheningan.

Alea Melihat surat di meja, lalu menatap mata Nara  "Beban yang kamu bawa di pundakmu itu... kelihatannya berat sekali ya, sampai-sampai kopimu dianggurin begitu."

Nara Menghela napas, tersenyum pahit  "Hanya sebuah surat yang mengingatkanku kalau aku ini anak yang gagal. Ibuku ingin aku bahagia dan menemukan jalanku sendiri. Tapi kenyataannya? Aku cuma manusia tersesat yang tidak tahu harus melangkah ke mana."

Alea Menggeleng perlahan, suaranya lembut namun tegas  "Nara, tersesat itu bukan berarti kamu gagal. Tersesat itu artinya kamu sedang berjalan, bukan diam di tempat. Surat itu bukan rantai untuk mengikatmu dalam penyesalan, tapi sebuah peta."

Lihat selengkapnya