Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #51

Healing

Dua hari setelah perjalanan ke bukit fajar, Alea mendengarkan cerita Nara tentang sebuah rumah panggung kayu tua di tepi danau, tempat Nara dan ibunya menghabiskan masa kecil. Tanpa ragu, Alea mengajak Nara melakukan perjalanan darat ke desa terpencil tersebut. Sore hari yang syahdu, mereka tiba di depan sebuah rumah tua yang halamannya dipenuhi ilalang tinggi. Struktur kayunya masih kokoh, namun catnya sudah mengelupas dimakan waktu.

Nara Berdiri terpaku di depan pagar kayu yang reyot, suaranya bergetar "Rumah ini... tidak berubah sama sekali sejak sepuluh tahun lalu. Masih sama seperti saat Ibu mengajakku memetik buah mangga di samping sana."

Alea Berjalan di samping Nara, menatap bangunan itu dengan kagum "Tempat yang indah, Ra. Rumah ini punya jiwa. Aku bisa merasakan kehangatan masa lalu hanya dengan melihatnya."

Nara Melangkah perlahan memasuki teras rumah, debu tipis berterbangan saat ia menyentuh daun pintu "Dulu, setiap kali aku pulang sekolah dengan menangis karena diejek teman, Ibu selalu mendudukkanku di kursi teras ini. Beliau akan bilang: 'Nara, angin danau tidak pernah memprotes ke mana mereka ditiup, mereka hanya menikmati jalannya.' Dulu aku tidak paham artinya, Al."

Alea Duduk di anak tangga teras, membersihkan sedikit debu di sampingnya "Dan sekarang? Apakah kamu sudah mulai paham?"

Lihat selengkapnya