Kenangan di Ujung Senja

Nurhafizatur Rahmi
Chapter #52

Karir yang di Nantikan

Dua minggu setelah pulang dari danau kenangan, Alea mengajak Nara mengunjungi sebuah pameran foto dokumenter di pusat kota. Galeri itu bergaya industrial minimalis dengan pencahayaan lampu sorot yang hangat. Pameran bertajuk "Arunika di Balik Jendela" itu menyajikan potret-potret hitam-putih tentang keseharian berbagai keluarga di penjuru negeri. Nara berjalan pelan di koridor galeri, sementara Alea mengamatinya dari jarak beberapa langkah, memberikan ruang bagi pemuda itu untuk meresapi setiap karya

Nara berhenti di depan sebuah foto berukuran besar. Foto itu memperlihatkan seorang ibu tua di dapur berasap, sedang menyuapi anak laki-lakinya yang mengenakan seragam sekolah yang sudah kekecilan. Di bawah bingkai foto, terdapat kutipan kecil: "Keluarga bukan tentang tempat tinggal yang megah, melainkan tentang ruang aman di mana kamu selalu diterima apa adanya."

Nara Menatap foto itu tanpa kedip, matanya mulai berkaca-kaca  "Al... coba lihat ini."

Alea Melangkah mendekat, berdiri di samping Nara "Foto yang kuat ya, Ra? Karya fotografer legendaris tahun 90-an. Kamu merasakan sesuatu?"

Nara Suaranya agak bergetar "Dulu, waktu aku sibuk bekerja di korporat, aku mengira arti membahagiakan keluarga adalah memberi mereka materi. Aku jarang pulang, jarang menelepon Ibu, dan selalu beralasan sibuk mengejar target karier demi 'masa depan keluarga'. Tapi foto ini... dan semua karya di galeri ini..."

Lihat selengkapnya