Malam semakin larut di ruko "Kembali Ke Masa". Setelah momen pelukan emosional antara Nara dan bapaknya mereda, pintu ruko kembali terbuka. Bayu, adik laki - laki Nara yang masih kuliah, masuk dengan napas terengah-engah sambil menenteng sebuah kantong plastik besar.
Bayu Langsung cemberut begitu melihat mata kakak dan kakaknya yang samba "Ih, curang! Bapak sama Kak Nara diam-diam pelukan di sini ya? adek ditinggal di mobil sendirian!"
Nara Tertawa kecil sambil mengusap sisa air matanya "Kamu lagian lama banget di mobil, dek."
Bayu mengeluarkan beberapa bungkus martabak manis dari kantong plastik, lalu menaruhnya di atas meja kerja Nara "Bayu tadi kelaparan, jadi beli martabak manis dulu. Ini martabak pandan keju kesukaan Ibu. Sengaja Shena beli buat kita makan bareng."
Pak Wijaya tersenyum teduh. Pria tua itu menarik tiga kursi kayu agar saling berdekatan di sekitar meja kerja Nara. Di atas meja, martabak manis yang masih hangat mengepulkan aroma pandan yang khas, bersanding dengan kompas tua dan buku harian mendiang ibu mereka. Cahaya kuning dari lampu meja studio menciptakan atmosfer yang sangat intim dan magis