Keping Hati

RiniKa
Chapter #2

Keping 1 (Aku Ingin Rumah)


Hujan turun di Kotabaru sejak magrib. Airnya deras. Menghantam seng warung nasi "Mbak Nara 2" yang baru setengah jadi. Belum ada plang, belum ada kursi plastik. Hanya ada meja panjang, kompor 2 tungku, dan satu karung beras 10 kg.

Nara, seorang wanita berusia 35 tahun, duduk di lantai semen yang dingin. Di pangkuannya ada buku tulis lusuh. Sampulnya cokelat. Sudutnya sobek. Itu buku yang sama sejak ia berusia 13 tahun.

Halaman pertamanya kosong. 

Halaman kedua, "Aku benci rumah ini."

Halaman ketiga, "Aku ingin punya rumah."

Setengah dari buku itu kosong. Sudah lama ia tidak pernah menulis lagi.

Di luar, petir menyambar. Bersamaan dengan suara notifikasi WA.

Ting.

Jantungnya terasa copot. Refleks. Seperti anjing yang dipukul terus sampai trauma dengan suara tongkat. Ia menoleh ke ponsel android di meja. Di layar, nama yang muncul “Ibu”. Bu Ratmi, ibu kandungnya.

Tangannya seperti enggan saat mengambilnya. Bukan karena takut. Tetapi karena hatinya seperti sudah enggan berhubungan dengan wanita yang jelas-jelas melahirkannya itu.

 Ibu

ANAK DURHAKA! TIDAK TAHU TERIMA KASIH!

SUDAH BESAR MALAH NGATUR IBU!

Lalu diteruskan ke grup keluarga besar. Nara membuka grup, melihat siapa saja yang sedang online.

Ia kemudian menutup ponselnya. Meletakkannya menghadap bawah. Seolah kalau tidak dilihat, kalimat itu tidak ada. Namun, kalimat itu sudah tinggal di kepalanya.

Enam belas tahun lalu, saat umurnya 19 tahun, Nara menikah karena satu alasan bodoh, ingin punya rumah. Bukan rumah sesungguhnya, melainkan seseorang yang memilih untuk tinggal di sisinya. Memilihnya untuk menjadi seseorang yang harus dilindungi.

Rumah yang bukan hanya soal dinding dan atap. Rumah tempat di mana namamu disebut tanpa dibarengi makian. Rumah tempat di mana kamu tidak perlu memilih antara menyebut "Bapak" atau "Ibu".

Dan rumah itu, sudah ia punya selama 16 tahun ini. Meskipun, yang namanya rumah, terkadang juga bocor saat hujan, terasa panas saat matahari begitu terik di atas atapnya.

Lihat selengkapnya