Keping Hati

RiniKa
Chapter #9

Keping 8 (Salah Langkah)

Seminggu setelah pernikahan, Nara mulai memahami bahwa menjadi istri tidak membuat hidup berubah seindah yang ia bayangkan. Semuanya masih sama seperti saat di mana dia belum menikah. Bedanya, sekarang ada seorang laki-laki yang ia tunggu pulang setiap sore.


Wahyu.


Dan setiap kali mendengar langkah kaki laki-laki itu dari halaman, ada perasaan aneh yang muncul di dada Nara. Perasaan bahwa ia akhirnya memiliki seseorang.


Hari itu, Wahyu berangkat ke bengkelnya sejak pagi. Sebelum pergi, ia sempat mencium punggung tangan Nenek Parni.


“Berangkat dulu, Mbah.” Panggilan Mbah masih Wahyu gunakan, karena ia masih canggung untuk menggantinya menjadi Nenek. Meskipun Nenek Parni sudah meminta cucu menantunya itu untuk melanggil nenek saja. 


“Hati-hati.”


Wahyu lalu menoleh kepada Nara.


“Kamu di rumah saja?”


“Iya.”


“Kalau ada apa-apa bilang.”


Nara mengangguk."Iya, Mas."


Wahyu tersenyum lalu pergi. Nara memperhatikannya sampai menghilang di balik tikungan. Ia tidak tahu bahwa beberapa jam kemudian, hidup mereka akan berubah.


Menjelang siang, seorang anak laki-laki datang berlari ke halaman rumah.


“Nara!”


Nara pu keluar.


“Iya? Ada apa?”


“Bengkelnya Mas Wahyu kebakaran!”


Dunia Nara seolah berhenti.


“Apa?”


“Bengkel kebakaran!”


Nara langsung berlari. Namun, baru beberapa langkah, ia berhenti. Ia tidak bisa mengendarai sepeda motor. Akhirnya, Nara meminta bantuan tetangga untuk mengantarnya.


Ketika sampai, asap hitam masih mengepul. Beberapa orang berdiri mengelilingi bangunan yang sudah hampir seluruhnya hangus. Wahyu berdiri di pinggir jalan. Wajahnya kosong. Tangannya menghitam. Bajunya terkena abu.


Nara turun dari kendaraan dan berlari menghampirinya. “Mas Wahyu!”


Lihat selengkapnya