Blurb
Aisha Dania menemukan tujuh puluh tiga sak semen yang mungkin tidak pernah ada.
Sebagai akuntan proyek, Aisha terbiasa mempercayai angka, bukti, dan kolom yang rapi. Sayangnya, hidupnya tidak pernah serapi laporan keuangan. Seluruh kebutuhan rumah bergantung kepadanya, ibunya takut ditinggalkan, dan ayah yang pergi sejak ia kecil tiba-tiba muncul kembali melalui persoalan kepemilikan rumah.
Jagat Pradana adalah kebalikannya. Koordinator lapangan itu mampu memperbaiki pompa, memasak untuk satu regu, menggambar petunjuk kerja, dan membuat orang tertawa pada saat yang paling tidak tepat. Namun di depan ayahnya sendiri, Jagat terlalu lama membiarkan diam disalahartikan sebagai persetujuan.
Pertemuan mereka dimulai dari audit, hujan, dan helm yang terlalu besar. Kedekatan tumbuh tanpa sentuhan: melalui laporan yang dibela, makanan yang dibagi adil, tatapan yang segera dialihkan, dan keputusan untuk menjaga nama baik satu sama lain.
Lalu proyek berhenti. Jagat pulang tanpa pekerjaan. Aisha harus memilih apakah rumah lama akan terus menjadi tempat menunggu seseorang yang tak pernah kembali.
Sebelum angka dapat menjadi rumah, keduanya harus belajar bahwa mencintai keluarga tidak berarti menyerahkan seluruh hidup—dan memilih pasangan tidak harus membuat siapa pun ditinggalkan.