Ketika Angka Menjadi Rumah

Jane Lestari
Chapter #12

Laporan yang Membela Lawan

Undangan rapat itu tiba pada hari Selasa pukul enam lewat empat puluh pagi, dengan tanda merah dan judul yang terlalu pendek untuk membawa kabar baik.

Evaluasi Temuan Proyek Sembada — Wajib Hadir

Aisha membacanya di meja makan sambil menunggu Ratih menyelesaikan obat pagi. Daftar pesertanya mencakup Pak Hendra, Surya, direktur operasional bernama Laras Widjaja, kepala pengadaan, manajer proyek, perwakilan legal, Jagat, dan dirinya.

Di bawah daftar tersebut terdapat satu kalimat:

Mohon menyiapkan penjelasan mengenai kegagalan administrasi lapangan dan dampaknya terhadap pembengkakan biaya.

Aisha membaca kalimat itu dua kali.

Bukan penyebab pembengkakan biaya.

Bukan kegagalan pengendalian proyek.

Kegagalan administrasi lapangan.

Kesimpulan sudah ditulis sebelum rapat dimulai.

“Kamu menatap layar seperti mau menagih utang,” kata Ratih.

Aisha meletakkan ponsel. “Ada rapat mendadak.”

“Pulang malam?”

“Mungkin.”

Ratih mengangguk, lalu membuka aplikasi jadwal obat di ponselnya. Ia memberi tanda centang pada kolom pagi tanpa disuruh.

“Bu Mira datang habis zuhur,” katanya. “Kamu tidak perlu telepon tiap satu jam.”

“Aku biasanya tidak menelepon tiap satu jam.”

“Kadang empat puluh menit.”

Aisha ingin menyangkal, tetapi riwayat panggilannya mungkin akan membela Ratih.

“Kalau tekanan Ibu naik—”

“Ibu kabari.”

“Kalau pusing—”

“Ibu kabari.”

“Kalau ada orang dari notaris—”

“Ibu tidak buka pagar dan kabari kamu.” Ratih mengangkat wajah. “Berangkatlah. Ibu tidak akan runtuh selama kamu rapat.”

Kalimat itu sederhana. Namun Aisha membawanya sampai ke kantor pusat seperti bekal yang tidak terlihat.

* * *

Ruang rapat direksi memiliki dinding kaca, meja panjang berwarna gelap, dan suhu pendingin udara yang membuat semua keputusan terasa harus diambil sebelum jari-jari membeku.

Aisha duduk di sisi Pak Hendra dan Surya. Jagat berada tiga kursi darinya, bersama Darto serta manajer proyek, Pak Reza. Tidak ada percakapan di luar salam dan pemeriksaan dokumen.

Laras membuka rapat tepat pukul sembilan.

“Kita sudah menerima laporan akhir pemeriksaan biaya,” katanya. “Nilai yang memerlukan koreksi tidak sebesar dugaan awal, tetapi persoalannya tetap serius. Saya ingin tahu kenapa prosedur di lapangan tidak dijalankan sejak awal.”

Aisha membuka salinan laporan. “Temuannya tidak hanya berasal dari lapangan, Bu. Ada tiga kelompok penyebab.”

Ia menampilkan halaman ringkasan pada layar.

“Pertama, pencatatan pemindahan material yang tidak memadai. Kedua, perubahan pekerjaan dan lokasi alat yang diberikan secara lisan atau melalui percakapan tanpa dokumen koreksi. Ketiga, formulir yang tidak sesuai dengan kondisi operasional sehingga tidak digunakan secara konsisten.”

Kepala pengadaan, Pak Bimo, menyela. “Formulirnya sudah berlaku di semua proyek.”

“Berlaku tidak sama dengan dapat dijalankan,” jawab Aisha. “Di Sembada, satu pemindahan darurat membutuhkan tiga tanda tangan dari orang yang tidak selalu berada pada sif yang sama.”

Pak Reza menggeser mikrofon kecil di depannya. “Tetap saja, tim lapangan seharusnya mengikuti prosedur.”

“Betul,” kata Aisha. “Karena itu laporan mencatat kelalaian mereka. Laporan juga mencatat bahwa beberapa perubahan datang dari manajemen proyek tanpa instruksi tertulis.”

Wajah Pak Reza menegang. “Kalimat itu memberi kesan seolah manajemen memerintahkan pelanggaran.”

“Tidak. Laporan membedakan perubahan pekerjaan yang sah dari dokumentasi perubahan yang tidak lengkap.”

“Bahasanya bisa ditafsirkan macam-macam.”

Surya membuka halaman yang sama. “Bahasanya sudah direvisi tiga kali untuk membedakan fakta, kelemahan kendali, dan dugaan. Tidak ada tuduhan penyalahgunaan.”

Laras menatap layar. “Siapa yang memberi perintah memindahkan pompa ke Blok C?”

Pak Reza menjawab, “Koordinator lapangan mengambil keputusan operasional.”

Aisha melihat Jagat. Laki-laki itu sedang membaca catatannya, wajahnya tidak menunjukkan apa-apa.

“Berdasarkan rekaman rapat koordinasi,” kata Aisha, “pemindahan diminta setelah manajemen memajukan jadwal pengecoran Blok C. Jagat menjalankan pemindahan. Kegagalannya adalah tidak memastikan koreksi lokasi unit diterbitkan pada hari yang sama.”

Lihat selengkapnya