Ketika Angka Menjadi Rumah

Jane Lestari
Chapter #13

Kolom yang Sama

Jagat menerima hasil evaluasi kontraknya pada hari ketika namanya tercetak di dua dokumen yang sangat berbeda.

Dokumen pertama berjudul Daftar Kontributor Perbaikan Pengendalian Proyek Sembada.

Dokumen kedua berjudul Pemberitahuan Status Personel Tahap Penyelesaian Proyek.

Yang pertama menyebut empat ilustrasi, tiga sesi pelatihan, penanganan arsip basah, dan penerapan sistem kendali material. Yang kedua menyatakan kontraknya tetap berlaku sampai tahap pekerjaan struktur selesai, tetapi tidak dapat dijanjikan perpanjangan karena perusahaan sedang meninjau anggaran serta jumlah proyek tahun berikutnya.

Bukan pemecatan.

Bukan pula keamanan.

Jagat membaca keduanya di kantor lapangan sebelum pengarahan pagi. Pak Reza tidak hadir. Surat status personel dikirim langsung oleh SDM dan ditandatangani tiga anggota panel, termasuk manajer proyek lain yang diminta Pak Hendra.

Pada kolom evaluasi perilaku kerja, nilainya baik. Pada kolom kepatuhan administrasi, terdapat catatan perbaikan. Pada kolom rekomendasi, tertulis:

Dapat dipertimbangkan untuk penugasan proyek lain berdasarkan kebutuhan perusahaan.

Kalimat yang cukup baik untuk tidak ditolak dan cukup kabur untuk tidak diandalkan.

“Bagaimana, Pak?” tanya Nisa dari meja seberang.

Jagat menurunkan surat. Darto dan Ujang ikut menunggu. Mereka semua tahu evaluasi itu berlangsung, meskipun tidak seorang pun bertanya selama dua hari terakhir.

“Kontrak berjalan sampai tahap struktur selesai,” jawabnya.

“Setelah itu?”

“Belum ada keputusan.”

Ujang mengembuskan napas. “Bahasa SDM kalau diterjemahkan artinya apa?”

“Jangan beli kulkas dengan cicilan baru,” kata Jagat.

Darto tertawa pendek, tetapi Nisa tidak. “Pernyataan Bapak di rapat kemarin masuk catatan buruk?”

“Tidak disebut.”

“Pak Reza kasih nilai apa?”

“Evaluasi individu bersifat terbatas.”

Ujang menunjuk surat di tangan Jagat. “Bapak sekarang bicara seperti SDM.”

“Itu tanda saya sedang tidak ingin membahas nilainya.”

Mereka mengerti. Darto mengajak Ujang keluar untuk memeriksa pengiriman baja, sementara Nisa kembali ke layar komputernya.

Jagat membuka dokumen pertama.

Nama Aisha muncul pada bagian penyusun laporan dan rancangan standar kendali. Di bawahnya tercatat nama Jagat, Nisa, Darto, Ujang, Surya, Ridwan, serta beberapa pekerja yang terlibat dalam uji coba. Setiap orang memiliki uraian kontribusi yang khusus. Tidak ada frasa membantu pelaksanaan yang cukup luas untuk berarti apa saja dan akhirnya tidak berarti apa-apa.

Pada bagian temuan awal, satu baris membuat Jagat berhenti:

Keterlambatan deteksi juga dipengaruhi pemeriksaan biaya yang sebelumnya terlalu berfokus pada kelengkapan dokumen akhir dan belum menguji kelayakan proses pencatatan di lapangan. Penanggung jawab evaluasi: Aisha Dania.

Ia membacanya lagi.

Aisha telah mencantumkan kekurangan pendekatannya sendiri.

Bukan kesalahan palsu agar tampak rendah hati. Bukan pula pengakuan yang menghapus kegagalan orang lain. Satu bagian tanggung jawab yang terukur, diletakkan di kolom yang sama dengan semua orang.

Jagat menutup berkas ketika rombongan dari kantor pusat tiba.

* * *

Rapat pemantauan pertama dari masa evaluasi tiga bulan diadakan di ruang serbaguna bangunan utama. Kursi disusun berjarak dalam tiga baris. Laras hadir melalui sambungan video, sementara Pak Hendra, Surya, perwakilan SDM, Pak Reza, Aisha, dan tim lapangan berada di lokasi.

Aisha mempresentasikan perkembangan tanpa banyak pengantar.

“Dalam empat minggu, formulir baru digunakan pada seratus dua puluh tujuh perpindahan material di tiga proyek,” katanya. “Ada sembilan kesalahan yang ditemukan sebelum akhir sif dan diperbaiki tanpa dampak pembayaran. Tidak ada dokumen sumber yang hilang.”

Ia berganti ke halaman berikutnya. Bagan kontribusi muncul di layar.

“Penerapan di Sembada dipimpin Nisa Rahayu untuk administrasi dan Jagat Pradana untuk pelaksanaan lapangan. Darto memimpin penyesuaian pengarahan sif. Ujang menguji alur di gudang. Evaluasi biaya dan kendali dilakukan oleh saya bersama Ridwan. Pemeriksaan independen dilakukan Surya.”

Pak Reza mengangkat tangan. “Apakah tingkat kesalahan yang turun bisa dikaitkan langsung dengan formulir? Pekerjaan sekarang juga tidak sepadat bulan lalu.”

“Belum bisa dikaitkan secara tunggal,” jawab Aisha. “Karena itu laporan menyebut hasil awal, bukan kesimpulan efektivitas akhir. Data volume pekerjaan dicantumkan sebagai batas pembanding.”

“Lalu kenapa nama kontributornya sudah dibuat sedetail itu sebelum hasilnya pasti?”

Aisha menatap layar, kemudian Pak Reza. “Karena siapa mengerjakan apa sudah dapat dibuktikan meskipun dampak jangka panjangnya belum selesai diukur.”

Surya menggeser mikrofon. “Catatan kontribusi bukan pemberian penghargaan akhir. Itu jejak tanggung jawab.”

“Dan dasar portofolio personel,” tambah perwakilan SDM.

Lihat selengkapnya