Ketika Cinta

Amrullah Ibrahim
Chapter #36

Tugas Lapangan

Tugas Lapangan Industri---

Matahari pagi di atas distrik Beşiktaş memancarkan cahaya terang yang memantul di atas permukaan kaca-kaca pencakar langit modern, menciptakan kontras yang menarik dengan bangunan-bangunan klasik di sekitarnya. Udara akhir musim gugur terasa dingin dan tajam, menyapu jalanan raya yang mulai dipadati oleh lalu lintas pagi khas kota metropolitan Istanbul. Di depan sebuah hotel bintang lima berarsitektur megah yang menghadap langsung ke arah Selat Bosphorus—The Bosphorus Palace Hotel—dua orang mahasiswa berdiri berdampingan sambil memegang map dokumen proyek.

Ammar Fathan mengenakan jas formal berwarna abu-abu gelap yang membungkus kemeja putih berkerah rapi, tampak sangat kontras dengan penampilannya sehari-hari sebagai seorang penjaga buku tua di Kitap Evi. Di sebelah kanannya, Dilara Aksu tampil elegan dengan mantel panjang berwarna krem dan syal sutra melingkar di lehernya. Hari ini, mereka berdua mendapat tugas lapangan khusus dari fakultas untuk meninjau tata kelola manajemen fasilitas dan sistem utilitas arsitektur bangunan komersial modern yang terintegrasi dengan struktur cagar budaya lama. Yang membuat tugas ini istimewa sekaligus menantang adalah fakta bahwa hotel mewah tersebut merupakan salah satu properti utama milik keluarga besar Aksu—ayah Dilara.

"Burası sadece bir otel değil, Ammar," (Tempat ini bukan sekadar hotel, Ammar,) kata Dilara sambil merapikan map dokumen di tangannya, menatap ke arah fasad bangunan megah berornamen klasik tersebut. "Temellerinin bir kısmı 19. yüzyıldan kalma eski bir Osmanlı malikanesine dayanıyor. Bu yüzden mimari entegrasyonu incelemek için mükemmel bir yer." (Sebagian fondasinya didasarkan pada bekas rumah bangsawan Utsmaniyah abad ke-19. Itulah tempat yang sempurna untuk meneliti integrasi arsitektur.)

Ammar mengangguk pelan, mengamati detail ukiran batu marmer di pintu masuk utama hotel. "Mimari geçmişi modern teknolojiyle birleştirmek her zaman büyük bir dikkat gerektirir," (Menggabungkan masa lalu arsitektur dengan teknologi modern selalu membutuhkan perhatian yang besar,) balas Ammar dalam bahasa Turki yang fasih, nada suaranya terdengar tenang namun analitis. "Özellikle de su ve enerji dağıtım hatları gibi kritik altyapılarda." (Terutama pada infrastruktur kritikal seperti jalur distribusi air dan energi.)

"Haklısın," sahut Dilara tersenyum tipis, melangkah mendekati pintu kaca otomatis hotel yang langsung terbuka menyambut kedatangan mereka. "Yönetici ofisine çıkalım, otelin baş mühendisi bizi bekliyor." (Kamu benar. Mari kita naik ke kantor manajer, kepala teknik hotel sedang menunggu kita.)

Di dalam lobi hotel yang luas dan megah, aroma wewangian mewah bercampur dengan kemilau lampu grystal gantung menyambut langkah mereka. Di balik ketenangan suasana hotel bintang lima tersebut, Ammar tetap mempertahankan insting waspadanya. Sebagai seseorang yang menjadi target buronan sindikat internasional Victor Rogov, setiap tempat publik yang ramai selalu ia amati titik masuk dan keluarnya secara saksama. Namun hari ini, di bawah pengawasan ketat jaringan keluarga Aksu dan pengawalan tak kasat mata dari orang-orang Karima Hanım, suasana terasa jauh lebih terkendali.

Mereka melangkah menuju lift privat yang akan membawa mereka langsung ke lantai ruang kontrol teknik utama di bagian bawah gedung.

❖ ❖ ❖

Lift meluncur mulus ke tingkat bawah tanah, tempat pusat kendali utilitas dan sistem mekanis The Bosphorus Palace Hotel beroperasi. Ketika pintu lift terbuka, suara dengung mesin pendingin udara dan pompa air berkapasitas besar langsung menyambut indra pendengaran mereka. Ruangan tersebut sangat luas, diterangi lampu neon putih terang, dipenuhi oleh deretan panel kontrol digital dan pipa-pipa besar berlapis isolasi termal.

Seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan seragam teknisi rapi dan lencana nama bertuliskan Mehmet menyambut kedatangan mereka di dekat meja monitor utama.

"Hos geldiniz, Dilara Hanım," (Selamat datang, Nona Dilara,) sapa Kepala Insinyur Mehmet ramah, lalu mengangguk sopan kepada Ammar. "Ve misafiriniz. Sizi bekliyorduk." (Dan tamu Anda. Kami sedang menunggu kalian.)

"Teşekkürler, Mehmet Usta," jawab Dilara sambil memperkenalkan Ammar. "Bu arkadaşım Ammar Fathan, üniversitedeki araştırma projemiz için alt yapı sistemlerini incelememize yardım ediyor." (Terima kasih, Master Mehmet. Ini teman saya Ammar Fathan, dia membantu kami meneliti sistem infrastruktur untuk proyek penelitian universitas di kampus.)

Mehmet menjabat tangan Ammar dengan erat, cengkeramannya mencerminkan kekuatan seorang pekerja lapangan berpengalaman. "Memnun oldum, Ammar. Bu binanın altındaki tünel sistemini görünce eminim şaşıracaksınız," (Senang berkenalan denganmu, Ammar. Aku yakin kamu akan terkejut ketika melihat sistem terowongan di bawah gedung ini,) kata Mehmet sambil menunjuk ke arah layar monitor skema denah bangunan. "Çünkü yeni bina inşa edilirken, eski Osmanlı dönemine ait su sarnıçları ve tahliye kanalları korundu ve modern sisteme entegre edildi." (Karena ketika bangunan baru ini dibangun, tangki air dan saluran pembuangan era Utsmaniyah lama dilestarikan dan diintegrasikan ke dalam sistem modern.)

Ammar mendekati layar monitor, matanya langsung meneliti garis-garis biru dan merah yang merekam jalur aliran air bawah tanah. Begitu ia melihat titik koordinat bagian utara sarnıç tersebut, jantungnya berdegup sedikit lebih kencang. Titik itu terhubung langsung dengan jaringan saluran air bersejarah yang pernah dibahas dalam catatan anotasi ayahnya—jalur yang sama yang menjadi incaran sindikat Victor Rogov karena posisinya yang strategis di bawah garis pantai Bosphorus.

"Mehmet Usta," ucap Ammar dengan suara tenang namun penuh selidik dalam bahasa Turki. "Bu kuzey sarnıcına açılan servis kapısının güvenlik durumu nasıl? Dışarıdan izinsiz bir erişim ihtimali var mı?" (Master Mehmet, bagaimana status keamanan pintu servis yang membuka ke sarnıç utara ini? Apakah ada kemungkinan akses tak berizin dari luar?)

Mehmet mengerutkan keningnya sejenak, menatap Ammar dengan pandangan heran atas pertanyaan yang begitu spesifik. "Normalde o kapılar tamamen kilitlidir ve sadece acil durumlarda açılır," (Biasanya pintu-pintu itu terkunci sepenuhnya dan hanya dibuka dalam keadaan darurat,) jawab Mehmet. "Ancak geçen hafta sonu, sistem log tutanaklarında kısa süreli bir sinyal dalgalanması gördük. Sanki birisi dışarıdaki eski rıhtım tünelinden yaklaşmaya çalışmış gibi." (Namun akhir pekan lalu, kami melihat fluktuasi sinyal singkat di log catatan sistem. Seolah-olah seseorang mencoba mendekati dari terowongan dermaga tua di luar.)

Mendengar penjelasan itu, Titik Jepit 1 langsung mencengkeram pikiran Ammar. Sinyal dalgalan itu bukan kebetulan; itu adalah indikasi nyata bahwa anak buah Rogov sedang meraba-raba jalur akses bawah tanah untuk menyusup ke dalam properti strategis tersebut.

❖ ❖ ❖

Dilara menangkap perubahan ekspresi di wajah Ammar. Ia tahu betul apa arti tatapan tajam dan keheningan mendadak yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu.

"Mehmet Usta, son birkaç günde güvenlik kameralarında olağandışı bir hareketlilik tespit edildi mi?" (Master Mehmet, apakah ada aktivitas tidak biasa yang terdeteksi di kamera pengawas dalam beberapa hari terakhir?) tanya Dilara dengan nada serius yang langsung mengubah suasana profesional di ruang kontrol tersebut menjadi tegang.

Mehmet berbalik menghadap panel monitor kamera pengawas, jemarinya mengetik beberapa perintah cepat pada papan ketik komputer. "Bakalım... Evet, haklısın Dilara Hanım. Pazar gecesi saat üç sularında, rıhtım altındaki eski tahliye tünelinin girişinde termal kameralar hareket algıladı." (Mari kita lihat... Ya, kamu benar Nona Dilara. Pada Minggu malam sekitar pukul tiga, kamera termal mendeteksi gerakan di pintu masuk terowongan evakuasi lama di bawah dermaga.)

Lihat selengkapnya