Pesta Ulang Tahun Perusahaan Hotel---
Malam di distrik Sarıyer membentang megah, memantulkan gemerlap cahaya ribuan lampu kristal yang tergantung di langit-langit ballroom utama The Bosphorus Palace Hotel. Perayaan ulang tahun ke-empat puluh jaringan korporasi perhotelan keluarga Aksu diselenggarakan secara besar-besaran, mengundang para tokoh penting kota, diplomat asing, pengusaha elit Istanbul, serta para civitas akademika unggulan dari universitas terkemuka. Ruangan seluas lapangan indoor itu dipenuhi oleh alunan musik klasik gesek yang dimainkan secara langsung oleh kuartet di sudut ruangan, berpadu dengan aroma parfum mewah, anggur berkualitas tinggi, dan deru obrolan hangat para tamu terhormat yang mengenakan pakaian malam terbaik mereka.
Di sudut dekat pilar marmer putih berbalut ukiran emas, Ammar Fathan berdiri dengan setelan jas hitam formal berdasi kupu-kupu yang pas di tubuhnya. Meskipun penampilannya malam ini tampak selaras dengan para kaum elit Istanbul, sorot matanya tetap waspada, mengamati setiap celah pintu keluar dan pergerakan para pelayan katering yang lalu-lalang. Di sebelah kanannya, Dilara Aksu tampil memukau dalam balutan gaun malam panjang berwarna biru safir tua dengan sulaman perak di bagian bahunya, memancarkan pesona seorang pewaris tahta korporasi yang anggun namun tegas.
"Bu kalabalığın içinde kendini yabancı gibi hissediyorsun, değil mi Fathan?" (Kamu merasa seperti orang asing di tengah kerumunan ini, bukan Fathan?) tanya Dilara lembut sambil menyesap sedikit air mineral dari gelas kristal di tangannya, menatap ke arah kerumunan tamu yang sibuk bersosialisasi.
Ammar tersenyum tipis, menggelengkan kepalanya pelan. "Yabancı değil, daha çok bir fırtınanın kopmasını bekleyen bir denizci gibi hissediyorum," (Bukan orang asing, lebih seperti seorang pelaut yang sedang menunggu badai pecah,) jawab Ammar tenang dalam bahasa Turki, melirik sekilas ke arah pintu masuk utama ballroom yang dijaga ketat oleh tim pengawal pribadi Karima Hanım. "Özellikle de Victor Rogov'un sessizliği bu kadar uzun sürdükten sonra." (Terutama setelah keheningan Victor Rogov berlangsung begitu lama.)
"Haklısın," sahut Dilara, senyum di wajahnya sedikit meredup berganti ekspresi serius. "Babam bu gece burada olmamız konusunda ısrar etti çünkü şirket yönetim kuruluna yapacağı konuşmada yeni stratejik ortaklıkları duyuracak. Ancak bu ortaklıkların arkasında kimlerin olduğunu tam olarak bilmiyoruz." (Kamu benar. Ayahku bersikeras agar kita berada di sini malam ini karena dalam pidatonya di dewan direksi perusahaan ia akan mengumumkan kemitraan strategis baru. Namun kita tidak tahu pasti siapa saja yang berada di balik kemitraan tersebut.)
Di meja bundar tidak jauh dari tempat mereka berdiri, Tariq Al-Ghazali dan Naya Candan melambaikan tangan kecil untuk memanggil mereka. Tariq mengenakan jas beludru marun yang tampak santai namun elegan, sementara Naya tampak anggun dengan gaun malam hijau zamrud berpotongan sederhana. Sebagai bagian dari civitas akademika undangan khusus, kehadiran mereka berempat di tengah pesta kaum elit tersebut menjadi pusat perhatian tersendiri—terutama bagi para petinggi korporasi yang penasaran dengan keterlibatan mahasiswa sejarah dalam proyek besar warisan utilitas kota.
"Bak, Naya ve Tariq bizi çağırıyor," (Lihat, Naya dan Tariq memanggil kita,) kata Dilara, mengajak Ammar melangkah mendekati meja teman-teman mereka di tengah alunan musik orkestra yang mengalun syahdu.
❖ ❖ ❖
Sebelum Ammar dan Dilara sempat mencapai meja Tariq dan Naya, alunan musik klasik mendadak berhenti sejenak. Suara tepukan tangan meriah menggema di seluruh penjuru ballroom ketika lampu sorot utama perlahan meredup, memusatkan pendar cahayanya ke atas panggung utama yang berhiaskan logo raksasa perusahaan keluarga Aksu.
Seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan rambut beruban rapi dan tatapan mata yang tajam melangkah tegas ke atas podium. Itu adalah Tuan Cihangir Aksu—ayah Dilara sekaligus pemilik utama jaringan korporasi perhotelan tersebut. Di sampingnya berdiri seorang pria asing bertubuh tinggi dengan setelan jas abu-abu mahal dan senyum tipis yang tampak kaku di wajahnya; seorang tamu kehormatan internasional yang diperkenalkan sebagai investor strategis baru asal Eropa Timur.
"Saygıdeğer konuklar, sevgili iş ortakları ve üniversitemizin değerli akademisyenleri," (Para tamu yang terhormat, mitra bisnis tercinta, dan para akademisi universitas kita yang berharga,) ucap Cihangir Aksu melalui mikrofon dengan suara berat berwibawa yang menggema ke seluruh ruangan. "Bu akşam, şirketimizin kırk yıllık başarısını kutlarken, aynı zamanda İstanbul'un tarihi altyapısını modern enerji koridorlarıyla birleştirecek devrim niteliğinde yeni bir ortaklığı duyurmaktan gurur duyuyorum." (Malam ini, saat kita merayakan kesuksesan empat puluh tahun perusahaan kita, saya juga bangga mengumumkan kemitraan baru yang revolusioner yang akan menyatukan infrastruktur historis Istanbul dengan koridor energi modern.)
Ammar merasakan seluruh aliran darah di tubuhnya mendadak berdesir dingin. Nama investor asing yang diperkenalkan di atas panggung tidak asing di telinganya—itu adalah salah satu perwakilan senior dari sindikat bayangan yang berafiliasi langsung dengan jaringan bisnis Victor Rogov. Ayah Dilara telah masuk ke dalam perangkap investasi palsu yang dirancang khusus untuk merebut kendali penuh atas sistem terowongan bawah tanah kota.
"Bu olamaz..." (Ini tidak mungkin...) gumam Dilara dengan suara tertahan, wajahnya mendadak pucat pasih saat melihat sosok investor asing tersebut tersenyum lebar di samping ayahnya di atas panggung. "O adam... o şirket geçen ay iflas etmemiş miydi? Babam nasıl olur de böyle bir ortaklığa imza atar?" (Pria itu... bukankah perusahaan itu bangkrut bulan lalu? Bagaimana bisa ayahku menandatangani kemitraan seperti itu?)
Titik Jepit 1 mencengkeram erat kesadaran mereka berdua. Pesta perayaan mewah tersebut ternyata bukanlah sekadar acara ulang tahun korporasi biasa, melainkan sebuah jebakan tingkat tinggi yang disetujui secara tidak sadar oleh pemilik perusahaan sendiri untuk melegitimasi penguasaan aset strategis kota oleh sindikat internasional.
Tariq dan Naya segera berlari mendekati Ammar dan Dilara dengan ekspresi wajah cemas yang tidak bisa disembunyikan lagi. "Fathan, sahnede duran o adamı gördün mü?" (Fathan, apakah kamu melihat pria yang berdiri di atas panggung itu?) bisik Tariq cepat dalam bahasa Turki. "O, Rogov'un finans ayağındaki en güvenilir adamlarından biri!" (Dia adalah salah satu orang paling dipercaya di sisi keuangan Rogov!)
❖ ❖ ❖