ketika harapan menjadi luka

eneng aisah
Chapter #1

Bab 1

Ada sebuah desa yang terlihat memenangkan dan damai karena belum sepenuhnya terjamah dunia luar. Di sebuah rumah sederhana terdengar suara riuh gelak tawa yang begitu membahagiakna tapi tidak dengan seorang ibu-ibu yang duduk melamun, dia adalah ibuku, ibu yang sudah melahirkanku. Ibuku terlihat melamun dan berdiam diri di antara banyak nya orang ada ayahku tapi dia hanya asik sendiri tanpa melihat keadaan istrinya. Aku terlahir dari keluarga sederhana ayahku tidak berkerja seterusnya kalo ada dia kerja kalo tidak ada diam saja, sebenarnya ibuku itu orang yang ceria ramah kepada semua orang namun semuanya berubah saat dia pergi sendiri ke hutan aku tidak tau apa yang terjadi tapi setelah pulang ibuku tidak bicara dan besoknya tiba tiba dia ketawa sendiri aku kira dia tertawa karena melihatku bermain bersamnya ternyata tidak karena setelah aku selesai bermainpun ibu masi tertawa hampir setengah hari dia tertawa san sorenya dia kembali dia karena kawatir akupun bertanya kepadanya.

''Ibu kenapa?" tanyaku ibuku menjawab dengan tatapan kosong

''Ibu tidak apa apa ais" jawabnya tapi aku tidak puas dengan jawabnya meskipun brgitu aku tidak bertanya lagi karena tidak ada omongan lagi aku pergi ke kamar ku aku berdoa agar ibuku baik baik saja.

Namun waktu terus berlau hingga akhirnya satu minggu ibu tetap seperti itu tatapanya kosong setiap kali aku tanya jawanya tetap sama sampai akhirnya aku bertanya lagi.

''Ibu kenapa diam saja beberapa hari ini ada yang sakit kah atau apa crtia ke ais ayo bu ais ga bisa lihat ibu begini terus ais sedih.

Lihat selengkapnya